 | Sumo | Aug 30, '07 10:12 AM for everyone |
Beberapa hari ini di TV ramai diberitakan tentang juara sumo Jepang sedang mengalami tekanan mental alias stres. Bulan Agustus 2007, Asashoryu menerima hukuman skors dari Asosiasi Sumo Jepang dalam bentuk larangan tampil dalam 2 turnamen akibat bermain sepak bola amal di Mongolia ketika sedang cuti sakit. Mungkin tidak siap dengan hukuman itu dia mengalami tekanan mental. Untuk menenangkan diri dia minta ijin mudik ke negara asalnya Mongol. Wah...alamat tidak bisa melihat Asashoryu bertanding sumo tahun ini. Dulu waktu di Indonesia di TV suka disiarkan pertandingan sumo. Aku pikir apa menariknya sumo siih....?? Ternyata setelah di Jepang kami sekelurga kok jadi penggemar sumo yaaa...Apalagi ito, dulu pas ada tante Unix suka ngajak sumo-sumoan. Sekarang main sumonya sama bapaknya atau om-omnya di Sendai. Ternyata sumo tidak cuma sekedar bergulat tapi ada nilai seni dan ibadahnya buat orang Jepang. Ito main sumo sama Om Zam  Sumo adalah..... Sumo (相撲, sumō?) adalah olahraga saling dorong antara dua orang pegulat yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pegulat sumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang. Sumo adalah olahraga yang berasal dari Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo. Sumo memiliki berbagai upacara dan tradisi yang unik seperti menyebarkan garam sepanjang pertandingan untuk mengusir bala. Asal usul Sumo Sama halnya seperti berbagai jenis olahraga gulat yang ada di seluruh dunia, sumo sudah dikenal di Jepang sejak zaman prasejarah. Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal sumo dikenal dengan sebutan Sumai. Sumo dalam bentuk yang dikenal sekarang ini mungkin berbeda dengan "sumo" di zaman dulu. Pegulat sering bertarung sampai mati karena jumlah peraturan yang ada masih sedikit. Penguasa Jepang di abad ke-16 yang bernama Oda Nobunaga sering menyelenggarakan turnamen sumo. Bentuk ring sumo seperti yang dikenal sekarang ini berasal dari zaman Oda Nobunaga. Dibandingkan dengan mawashi pada zaman sekarang yang dibuat dari kain bagus yang kaku, pegulat sumo di masa Oda Nobunaga masih memakai penutup tubuh bagian bawah dari kain kasar yang longgar. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. Di zaman sekarang kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyō di awal pembukaan turnamen. Sumo sering dikaitkan dengan ritual dalam agama Shinto. Sampai sekarang ini, di beberapa kuil Shinto masih diselenggarakan pertarungan antara pegulat sumo dengan Kami.  Siapakah Asashoryu??? Asashoryu Akinori (朝青龍 明徳, Asashōryū Akinori?) adalah seorang pesumo pertama asal Mongolia yang berhasil menjadi yokozuna. Lahir di Ulaanbaatar, Mongolia, 27 September 1980 dengan nama Долгорсүрэн Дагвадорж (Dolgorsuren Dagvadorj). Bulan Agustus 2007, Asashoryu menerima hukuman skors dari Asosiasi Sumo Jepang dalam bentuk larangan tampil dalam 2 turnamen akibat bermain sepak bola amal di mongolia ketika sedang cuti sakit. Asashoryu memulai karir sebagai pesumo pada bulan Januari 1999. Prestasinya yang luar biasa segera melampaui prestasi Kyokushuzan dan Kyokutenho, dua pesumo senegara yang lebih dulu berada di divisi atas. Gelar sekitori diraih Asashoryu bulan September 2000. Setelah 2 turnamen berikutnya, Asashoryu sudah menempati divisi makuuchi (Januari 2001). Bulan Mei 2001, Asashoryu yang saat itu bergelar komusubi memenangkan penghargaan sanshō kategori shukun-sho (penampilan yang luar biasa). Pada tahun 2002, Asashoryu memperoleh gelar ozeki setelah mencatat rekor bertanding 11-4, 11-4, dan 12-3. Yokozuna yang merupakan gelar tertinggi dalam olahraga sumo diraihnya pada 30 Januari 2003. Sumber dari : sini dan sini
 | Foto pesumo yang di tengah itu foto Asashoryu-nya Mbak Budi? wahhh, benar2 besaaaaarrr...  TFS.. |
 | hihihi...kayaknya ito berbakat tuch jadi pemain sumo...
sekarang banyak tuch orang terkenal yg lg stress,malah sampe ada yg mencoba bunuh diri...tragis!!! |
 | he he belakangan sering lihat dia d televisi dengan muka cemberut...ternyata lagi stress tho :) |
 | Serius banget ya ttg sumonya, hehehe. |
 | boleh tau ceritanya ga mbak budi soalnya lagi heboh kayaknya nih. sampe di kejar2 wartawan terus. tapi siapa namanya, biar badannya gede lincah lho hehehe. |
 | TFS mbak..hi.hi.hi.baru tau sejarah sumo, secara aku suka geli liat orang sumo..he.heh.e.., oya di tv kayaknya lagi ada berita soal pesumo itu ya..cumannn aku ngga mudeng blass..hi.hih...thanks mbak.. |
 | Gile besar beneeeeeerrrrrr,serem ngeliatnya...... TFS mbak Budi.. |
 | wah, ttg sumo sih keknya aku ga tertarik, tp ga tahu ya kalo dpaat nasib kek mbak tinggal disana, jd lebih open minded ttg per-sumo-an :D
|
 | pernah liat di TV pesumo lagi makan...wedew....porsinya...
eh badan segede gitu gak rentan penyakit ? |
 | Iiihhh seksi......pornografi ahhh!! |
 | ngelihat badan pesumo besar2 gitu syerem ah... |
 | penggemae sumo ternyata....:D. kalo aku penggemar susi..hehe..gak nyambung dah |
 | Ehehehhe..yang menang pasti Itokun khan lawan sioom Zam? ardiar bangun pagi suka pad bersumo nyerang sipapa..yg menang ardiar soalnya pake jurus'gigit' ehehehe |
 | saniroy wrote on Sep 1, '07, edited on Sep 1, '07 Ia diskorsing alasan utamanya bukan karena sepak bola. Tapi ia pulang sebenarnya karena izin dalam rangka penyembuhan sakit yang dideritanya. Nah, izin Om Asa itu jelas merugikan tour musim panas yang diselenggarakan keliling Jepang, termasuk di Sendai awal Agustus lalu. Karena jelas, kehadiran seorang yokozuna pasti akan banyak menarik pengunjung untuk membeli karcisnya. Penyembuhan fisiknya sesegera mungkin juga akan memastikan turnamen2 reguler selanjutnya. Nah, kemunculannya di acara amal sepakbola itu lah yang menguak ketakdisiplinan Om Asa (cenderung bohong?). Termasuk di sini yang dikritik yakni ketakmampuan seorang Oyakata, (pemilik sanggar sumo di mana Om Asa masuk di dalamnya) Pak Takasago untuk mengontrol anak asuhnya, meski ia telah bergelar sumo tertinggi. Saat ini Om Asa tak stres, hingga dokter menyarankan untuk pengobatan fisik (plus mental karena peristiwa ini) di Mongol. Tapi keliatannya, stresnya lebih karena dipotong gajinya :-), di samping kekhawatiran menerima sanksi moral setelah kembali nanti. Ini seperti yang diutarakan di atas, karena sumo bukan hanya olahraga, pertunjukan, budaya, tapi juga sikap. Maaf dan terima kasih, MSR |
 | Ia diskorsing alasan utamanya bukan karena sepak bola. Tapi ia pulang sebenarnya karena izin dalam rangka penyembuhan sakit yang dideritanya. Nah, izin Om Asa itu jelas merugikan tour musim panas yang diselenggarakan keliling Jepang, termasuk di Sendai awal Agustus lalu. Karena jelas, kehadiran seorang yokozuna pasti akan banyak menarik pengunjung untuk membeli karcisnya. Penyembuhan fisiknya sesegera mungkin juga akan memastikan turnamen2 reguler selanjutnya. Nah, kemunculannya di acara amal sepakbola itu lah yang menguak ketakdisiplinan Om Asa (cenderung bohong?). Termasuk di sini yang dikritik yakni ketakmampuan seorang Oyakata, (pemilik sanggar sumo di mana Om Asa masuk di dalamnya) Pak Takasago untuk mengontrol anak asuhnya, meski ia telah bergelar sumo tertinggi. Saat ini Om Asa tak stres, hingga dokter menyarankan untuk pengobatan fisik (plus mental karena peristiwa ini) di Mongol. Tapi keliatannya, stresnya lebih karena dipotong gajinya :-), di samping kekhawatiran menerima sanksi moral setelah kembali nanti. Ini seperti yang diutarakan di atas, karena sumo bukan hanya olahraga, pertunjukan, budaya, tapi juga sikap. Maaf dan terima kasih, MSR  Wah mantabs... maturnuwun doumo arigatou gozaimashita Pakde Sani koreksi dan tambahannya. Ini baru dari sumber yang bisa dipercaya... |
| |