Hari Sabtu 18 Agustus, di komplek tempat tinggal ada acara O Bon Matsuri. Di hari yang sama tapi beda jam aku dan suami juga mendapat undangan mentas di O Bon Matsuri di komplek tetangga. Sebetulnya aku tidak terlalu ingin tahu apa sih O bon itu, cuma pas main ke kitayama shimin senta (pusat kegiatan rakyat) diajak ngobrol sama staf disana yang kebetulan akrab denganku. Karena seringnya aku main kesana hehehe...
Awalnya dia nanya waktu libur musim panas aku mudik enggak? aku jawab enggak karena mahal diongkos.Ujung-ujungnya malah cerita tentang O Bon yang selalu dirayakan orang Jepang waktu libur musim panas. Karena nangkep ceritanya setengah-setengah jadi penasaran nyari di goggle. O Bon ternyata upacara untuk menyambut arwah leluhur. Orang Jepang percaya arwah orang yang meninggal pulang untuk merayakan Obon ke rumah yang pernah ditinggalinya. Pada tanggal 13 Agustus, anak cucu yang mengharapkan kedatangan leluhur membuat api kecil di luar rumah yang disebut Mukaebi untuk menerangi jalan pulang bagi arwah leluhur. Pada masa lokasi makam masih berdekatan dengan lokasi permukiman, orang zaman dulu sering harus pergi sampai ke makam untuk menyambut kedatangan arwah leluhur.
Setelah arwah leluhur sampai di rumah yang dulu pernah ditinggalinya, pendeta agama Buddha dipanggil untuk membacakan sutra bagi arwah leluhur yang baru saja datang. Sutra yang dibacakan oleh pendeta Buddha sewaktu Obon disebut Tanagyō karena dibacakan di depan altar berisi barang persembahan yang disebut shōrōdana (shōryōdana) atau tana.
Pada tanggal 16 Agustus, arwah leluhur pulang ke alam sana dengan diterangi dengan api yang disebut Okuribi.
Bon Odori (tarian bon)
Acara menari bersama yang disebut Bon Odori (tari Obon) dilangsungkan sebagai penutup perayaan Obon. Pada umumnya, Bon Odori ditarikan bersama-sama tanpa mengenal jenis kelamin dan usia di lingkungan kuil agama Buddha atau Shinto. Konon gerakan dalam Bon Odori meniru arwah leluhur yang menari gembira setelah lepas dari hukuman kejam di neraka.
Bon Odori merupakan puncak dari semua festival musim panas (matsuri) yang diadakan di Jepang. Pelaksanaan Bon Odori memilih saat terang bulan yang kebetulan terjadi pada tanggal 15 Juli atau 16 Juli menurut kalender Tempō. Bon Odori diselenggarakan pada tanggal 16 Juli karena pada malam itu bulan sedang terang-terangnya dan orang bisa menari sampai larut malam.
Belakangan ini, Bon Odori tidak hanya diselenggarakan di lingkungan kuil saja dan penyelenggaranya sering tidak ada hubungan sama sekali dengan organisasi keagamaan. Bon Odori sering dilangsungkan di tanah lapang, di depan stasiun kereta api atau di ruang-ruang terbuka tempat orang banyak berkumpul.
Di tengah-tengah ruang terbuka, penyelenggara mendirikan panggung yang disebut Yagura untuk penyanyi dan pemain musik yang mengiringi Bon Odori. Penyelenggara juga sering mengundang pasar kaget untuk menciptakan keramaian agar penduduk yang tinggal di sekitarnya mau datang. Bon Odori juga sering digunakan sebagai sarana reuni dengan orang-orang sekampung halaman yang pergi merantau dan pulang ke kampung untuk merayakan Obon.
Belakangan ini, jam pelaksanaan Bon Odori di beberapa tempat yang berdekatan sering diatur agar tidak bentrok dan perebutan pengunjung bisa dihindari. Terbukti dikomplekku dan tetangga kampung beda jam walau harinya sama. Penyelenggara Bon Odori di kota-kota sering mendapat kesulitan mendapat pengunjung karena penduduk yang tinggal di sekitarnya banyak yang sedang pulang kampung. Ada juga penyelenggara yang sama sekali tidak menyebut acaranya sebagai Bon Odori agar tidak dikait-kaitkan dengan acara keagamaan
Karena paginya hujan, O bon matsuri yang biasanya diadakan ditanah lapang terpaksa ngungsi ke gedung olahraga.
Pindah di gedung olahraga
Penari & ketua panitia 2 Comments
Pada yukata-an 2 Comments
beli arum manis 2 Comments
Semangka=musim panas 2 Comments
|
 | kemaren saya ikut, matsumoto bonbon matsuri, dan ikutan nari.... narinya di jln , lama...sampe 4 jam lamanya, nari teruzzz.........capek...
tapi asyik.... |
 | Ini calon mantunya ya Mbak...he he |
 | banyumili wrote on Aug 21, '07, edited on Aug 21, '07 Ini calon mantunya ya Mbak...he he  wah malah lom kepikiran tuh....asal njepret ajah.... |
 | yah...pentas lagi si ibu ni...laris...laris... |
 | Penari kita :) Mang dari dulu bisa nari ato penari mendadak di Jepang Mbak? |
 | Leluhurnya suka sate pasti :D |
 | wah, bisa nari betawi juga toh? serba bisa nih mba Budi.... |
 | Wah, ini tungku satenya asyik bisa ditiru nih!!! |
 | banyumili wrote on Aug 22, '07, edited on Aug 22, '07 Wah, ini tungku satenya asyik bisa ditiru nih!!!  porsi besaarrr dan praktis ya mbak...*_* |
 | wah iki kostum tari Betawinya ya Bu..keren euy..besok kalau pulang ke boyolali tak undang nari ke rumahku ya bu he..he.. |
 | kak Ito bagi donk arum manisnya...:) |
 | Duu cantiqnya jadi inget iklan telkomsel itu lho tante Budi.. ehehehe yulia yahya yho lewat rek! ehehhe |
 | Kompaq nii..tante n oom nari semua..
|
| denger2 ini di jepang mahal banget ya? |
 | kalo pas musim panas murah kok mbak..cuma kl dirupiahkan ya mahal hehehe... |
| |