Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyo.
Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian.
Walaupun disebut matsuri, perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).
Mall-mall dan pusat keramaian mulai sering diperdengarkan lagu Hinamatsuri. Sekolah-sekolah dan pusat kegiatan rakyat juga banyak yang mengadakan kegiatan hinamatsuri. Diantaranya bersama Morigrup (voluntir untuk mahasiswa asing) hari Senin 25 Pebruari mengawali kegiatan hinamatsurinya dengan membuat boneka hinamatsuri dari kertas origami.