budi's posts with tag: info

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag info
Blog EntryTelah BerpulangMar 30, '08 10:09 AM
for everyone

Ingin berbagi kabar keteman-teman yang selama ini telah menaruh perhatian terhadap perkembangan kondisi bapak mertua. Terima kasih atas perhatian dan doa teman-teman selama ini. Hanya Allah yang bisa membalasnya.

Bapak mertua mengidap penyakit diabetes sejak umur 40-an. Alhamdulillah dengan diet yang disiplin beliau masih sehat dan tetap aktif berkegiatan diusianya yang menginjak 76 tahun. Tapi sejak beberapa bulan terakhir diketahui ternyata terjadi komplikasi dengan livernya.

Sejak saat itu kondisi beliau langsung drop dan harus beberapa kali dirawat dirumah sakit. Alhamdulillah kami masih diberi kesempatan bertemu beliau bulan Pebruari kemarin. Walaupun hanya seminggu dirumah, kami berusaha memberikan pengabdian kami yang terbaik buat beliau.

Semoga beliau mengiklaskan kami jika disaat terakhirnya kami tidak bisa berada disamping beliau. Setelah sempat kritis selama 2 hari, hari ini minggu jam 11 siang wib, Allah berkenan memanggil beliau ke sisi-Nya.  

Ya Allah ampunilah dosa dan kesalahan bapak kami, terimalah amal ibadahnya, lapangkanlah kuburnya, hindarkanlah dari siksa kubur dan tempatkanlah arwah beliau disurga-Mu. Dan berikanlah kesabaran kepada ibu kami yang ditinggalkannya.

Hanya doa yang bisa kami kirimkan untuk beliau.


Photo AlbumNobisuku Sendai (16 photos)Jan 5, '08 5:52 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Salah satu tempat favorit anak-anak main adalah Nobisuku Sendai (Nobisco Sendai). Ditempat ini disediakan berbagai macam mainan dan buku-buku secara gratis. Terletak dipusat kota Sendai. Naik bis dilanjut jalan kaki dari tempat tinggalku kira-kira 15 menitan.

Pengelola tempat ini adalah Sendai Family Support Network ( NPO that was founded by long-time childraising supporters in Sendai, manages “Nobisuku Sendai.”The facility supports childraising in general, providing a place where children can play and a place where people can meet, mingle, and exchange information, and utilize temporary childcare services).

Kalau sudah main disini Lula susah banget diajak pulang, karena selain banyak mainannya juga banyak teman mainnya. Kita juga bisa menitipkan anak kita disini tapi perjamnya harus bayar 600yen. Hemm lumayan mahal buat aku hehehe...


Blog EntryJangan Lupa Bawa Identitas Diri Dec 12, '07 5:25 AM
for everyone
Berdasar Pengalaman beberapa teman orang Indonesia yang tinggal di Sendai dan kota lain. Akhir-akhir ini mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakkan. Tiba-tiba dicegat oleh beberapa orang pria dimana salah satunya  mengaku dari Badan Intelijen Kepolisian Jepang (kou an), sambil menunjukkan lencananya dan meminta kita untuk menunjukkan identitas diri.
 
Maka jangan lupa untuk jauh lebih WASPADA selama berada di Jepang, serta SELALU MEMBAWA kartu identitas diri (paspor atau gaikokujin toroku shomeisho; pokoknya yang ada tertulis status tinggal di Jepang serta masa berlaku status tsb)
 
Saat ditanya oleh teman alasan apa  harus dicegat dan diminta identitas diri. Jawaban mereka sungguh menggelikan (tapi ini lah kenyataan Jepang saat ini): karena ORANG ASING! Alasan lain jawabannya adalah karena akhir-akhir ini banyak kejahatan dan banyak teroris. Sementara teror yang pernah terjadi tahun 1990an di subway Tokyo justru dilakukan oleh para oknum agama Aum Shinrikyo yang semuanya adalah orang Jepang, dan kejahatan pembunuhan yang akhir-akhir ini banyak disiarkan, ternyata pembunuhnya selalu orang Jepang sendiri....)
 
Perlu diketahui bahwa di gaikokujin toroku shomeisho kita, memang ada tertulis bahwa kita harus bersedia menunjukkan kartu tsb bila diminta oleh pihak berwenang.
 
Masih menjadi pertanyaan sampai seberapa jauh pihak Jepang (dalam hal ini diwakili oleh kepolisian Jepang) bisa menerobos privacy kita?? Mungkin ada teman yang mengetahuinya??UU-nya mungkin?? Karena hal ini tentu menggelisahkan kita, kalau memang kita sebagai orang asing tidak punya hak apa pun, dan Jepang bisa melakukan apa pun terhadap kita. Hanya karena kita adalah orang asing, bisa-bisa terjadi hal ekstrim, di mana bisa-bisa kita ditelanjangi di muka umum, hanya karena dia orang asing.
 

Blog EntryFoto-Fotoku Sudah KembaliNov 30, '07 7:56 AM
for everyone

Alhamdulillah setelah melalu perjuangan seharian...tanya sana-sini..akhirnya dengan bantuan pak Dida/mba April dan mas Eko berhasil juga melacak kembali foto-fotoku yang sempat kehapus dari SDcard.

Terima kasih banyak terutama buat Mas Eko,  pak Dida dan mba April serta teman-teman semua. Nanti aku upload deh foto-fotonya biar tidak penasaran hihihiii...(GR siapa lagi yang penasaran).

Jya...istirahat dulu aaaahh..capek nih mata sambil ngerjain kerjaan rumah, momong Lula bolak balik mantengin kompi.


Blog Entry(HELP) Foto2ku HilangNov 29, '07 5:40 PM
for everyone

Dear Teman-teman,

Maaf nih...mau curhat sekaligus ngerepotin. Kemarin waktu ke Osaka & kyoto banyak sekali foto2 kita. Sampai rumah saya pindah ke komputer dibagi ke file berdasar tempat. Salah satunya waktu ke Sky Building Osaka dan waktu kopdaran ama mba Elsye..

Perasaan sudah aku copi ke kompi dan aku beri nama file Sky building. Karena masih asyik ngutak-atik foto yang lain yang ini belum aku apa-apain. Tapi sempat aku lihat-lihat.

Eehhh..tadi malam saat aku mau edit kok kosong filenya. Apa aku lupa ngopi entahlah. Yang pasti sudah aku hapus dari kamera/SDcard. Bisa tidak yaa...dicari lagi dari SD card/kameranya??? Bagaimana caranya yaa..??? Help me please

Thank you very much..Terima kasih banyak...Doumo arigatou Gozaimasu


Blog EntrySemua Butuh ProsesOct 26, '07 3:22 AM
for everyone
Bagi saya orang yang merasakan jadi birokrat di Indonesia, merasakan benar yang namanya virus KKN sudah menjadi budaya kalau tidak bisa dibilang penyakit kronis. Berurusan dengan birokrat siap-siap aja keluar uang kalau tidak kenal dengan aparatnya. Kenalpun juga kadang masih harus pakai pelicin.
 
Tapi banyak  juga teman-teman yang tetap bisa istiqomah, berlaku bersih dan lurus. Sungguh beruntung kalau kita ketemu dengan aparat yang bersih. Tidak jarang yang kemudian terbawa arus karena begitu kuatnya budaya KKN dikantor.
 
Harus kita akui setelah merasakan hidup di negara maju (Jepang) dengan lancarnya birokrasi, akan mudah membuat perbandingan dengan negara kita. Setelah itu kita akan berkesimpulan Indonesia jelek, korup, susah, amburadul, gila, sampah. Pertama-tama hal ini akan membuat mata kita terbuka, tapi lama-lama membuat mual juga. Akhirnya, seperti kata salah seorang sastrawan, malu aku jadi orang Indonesia
 
Tapi kita tetap harus optimis akan ada perubahan di negara kita. Karena aku sekarang masih tercatat sebagai pegawai Depertemen keuangan ingin berbagi cerita seputar reformasi di departemenku. Spesifik lagi di Direktorat Jenderal Pajak, instansiku.
 
Sejak pemerintahan dipegang SBY (bukan kampanye SBY lhooo) dan Menkeunya Sri Mulyani, tahun ini  mencanangkan program reformasi di Departemen Keuangan secara radikal dan signifikan. Pemerintah menganggarkan dana Rp 5,46 trilyun untuk lembaga negara yang melakukan reformasi birokrasi. Untuk sementara ini baru 5 lembaga yaitu BPK, MA, Depkeu, MenPAN.  dan KPK. Tujuan reformasi birokrasi adalah modernisasi administrasi, peningkatan pelayanan publik dan pemberantasan KKN.
 
Untuk menunjang program tersebut terdapat insentif bagi para pegawai yaitu peningkatan tunjangan yang cukup "wah". Mungkin penghasilannya menjadi setara dengan pegawai BUMN. Karena tunjangan sudah gede pegawai tidak boleh ngobyek lagi. Walau sebelumnya peraturannya juga tidak boleh sihh ..tapi selama ini seperti sudah menjadi tahu sama tahu kalau alasan PNS ngobyek karena alasan penghasilan yang minim.
 
Pegawai menandatangani kode etik pegawai. Kalau sampai melanggar akan dikenakan sanksi dari mulai pengurangan tunjangan sesuai dengan beratnya pelanggaran sampai pemecatan dari PNS. Kalau pelanggarannya termasuk kriminal akan diserahkan ke kepolisian. Kalau mengetahui pelanggaran pegawai, masyarakat bisa melaporkan ke Itjen Depkeu khususnya IBI (Inspektorat Bidang Investigasi) yang khusus menangani masalah KKN.
 
Program reformasi ini sudah sangat gencar diberitakan media dan masyarakat sepertinya sudah tidak sabar mendapatkan pelayanan yang bersih. Tapi perbaikan infrastruktur dan reformasi kepegawaian (mutasi) masih dalam proses membuat masyarakat kecewa karena belum seperti yang diharapkan. Pegawai masih terkaget-kaget karena saking radikalnya program ini, banyak permintaan dari pusat sementara fasilitas setelah merger/pemekaran (banyak kantor baru) belum memadai.
 
Kepastian penempatan pegawai juga mempengaruhi suasana kerja semuanya seolah serba mendadak. Di sisi lain pelayanan harus tetep jalan, jadi kalo sekarang masih berantakan dan ada kekurangan, mungkin suatu hal yang wajar. Perlu waktu untuk mengikuti irama sekarang yg sedang didendangkan.. seperti lagunya Rhoma Irama.
 
Sebagai warga negara kita tentunya wajib mendukung dan berdoa agar program ini sukses dan berlanjut ke lembaga lain. Karena semua perubahan butuh proses baik itu pelan ataupun radikal. Dengan harapan akhirnya  tercipta birokrasi yang bersih dari KKN. Karena tidak mungkin akan tercapai perbaikan ekonomi tanpa ada perbaikan birokrasi. Dan kita tidak perlu lagi malu menjadi warga negara Indonesia
 
 

Blog EntryBahaya Mengintai Anak Kita!!Oct 19, '07 8:21 AM
for everyone

Berbagi  berita terutama buat teman-teman yang punya anak kecil. Lihat berita kemarin di TV, ada pembunuhan terhadap anak perempuan kelas 2 SD di daerah Kakogawashi Kobe.Yuzuki Unose nama anak itu.Setelah menaruh sepeda Yuzuki masuk rumah dan jatuh tersungkur  di pintu masuk (genkan). Dia meninggal dengan luka tusukan pisau didada. Pelakunya adalah seorang laki-laki kata Yuzuki sebelum meninggal. Sampai sekarang polisi masih mencari pelakunya.

Duhhh..kebayang gimana sedihnya orang tua Yuzuki. Sebagai orangtua yang juga mempunyai anak SD di Jepang ikut merasakan khawatir. Ternyata Alarm dan tugas patroli belum cukup aman untuk mencegah anak-anak menjadi sasaran kejahatan.

Jadi khawatir nih melepas  Ito pergi dan pulang sekolah, karena di Jepang sejak SD anak diharuskan pergi dan pulang sekolah tidak boleh diantar jemput. Tapi bareng dengan teman-temannya. Tapi kalau tidak ada orang dewasa diantaranya khawatir juga

berita bisa diikuti disini


Blog EntryRibut??Siap-Siap Kena DendaOct 8, '07 7:25 AM
for everyone


Seorang Ayah Didenda Karena Kegaduhan Anaknya

 

Sumber : disini

 

Sebuah pengadilan di Tokyo menjatuhkan denda sebesar 360.000yen kepada sebuah keluarga dan memberikan kepada tetangga bawahnya sebagai kompensasi atas  kegaduhan yang ditimbulkan anak balitanya. "Gangguan tersebut telah melewati ambang batas yang diperbolehkan" kata Yasushi Nakamura, hakim pada pengadilan distrik Tokyo.

 

Kedua Keluarga tersebut  tinggal di Itabashi-ku Tokyo. Keluarga bawah menuntut keluarga atasnya  sebesar 2.4 juta yen akibat gangguan suara langkah kaki anak balitanya yg pindah ke lantai dua pada apartemen yg sama sekitar bulan April 2004. Istri si penuntut juga menderita insomnia akibat gangguan ini.

 

Sebelumnya si penuntut sudah komplain kepada tetangga atasnya namun tidak dihiraukan. Si penuntut kemudian memasang pengukur suara di rumahnya dan terukur besar gangguan langkah kaki dari atas kamarnya sebesar 50-65 desibel.

 

Pengadilan memutuskan bahwa langkah kaki balita tsb sangat keras dan seringkali terjadi sampai larut malam.  “Seharusnya si bapak menanggapi komplain dari si penuntut dan berusaha utk lebih mendisiplinkan anaknya” kata pengadilan. Keluarga si balita akhirnya pindah dari Apartemen tsb pada bulan November 2005.


 

Mainichi Japan,October 4, 2007

 

Deg-degan juga nih, secara aku tinggal dilantai dua dengan dua anak satunya masih balita .

Tips untuk yang mau cari apato, kalo ada anak kecil mending cari dilantai 1

 

Foto : apatoku


ddd
dThumbnaild
ddd
Sebagai perantau, tentu kita akan merasa bahagia bila bisa berjumpa dengan teman senegara. Apalagi kalau teman itu seiman. Selain untuk menyambung dan mempererat persaudaraan juga untuk mendapatkan siraman rohani. Walaupun dengan internet banyak pilihan siraman rohani tapi beda suasana kalau kita ketemu langsung.

Di Sendai, komunitas muslim dari Indonesia (KMIS) mengadakan pertemuan tiap 2 bulan sekali. Selain untuk silaturahmi dan mendapatkan siraman rohani kita juga bisa mencicipi cemilan yang dibawa teman-teman. Materi kajian dari kita untuk kita. Tiap anggota mendapat giliran untuk berbagi materi. Kadang digabung laki-laki dan perempuan, kadang dipisah. Tergantung materinya.

Sebentar lagi bulan puasa, biasanya acara berkumpul dengan saudara seiman akan lebih sering. Baik dengan negara-negara lain maupun senegara. Karena ada acara buka puasa bersama tiap sabtu dan minggu. Hemm..indahnya persaudaraan.

Blog EntryJalan-Jalan?? Jangan Lupa Tasnya!!Aug 31, '07 1:23 AM
for everyone


Kebersihan sudah menjadi gaya hidup sehari-hari orang Jepang. Terbukti tidak ada sampah berserakan dijalan-jalan, taman-taman kota yang bersih, asri dan sungai yang jernih dengan ikan-ikan yang bebas berenang. Kebersihan dimulai dari rumah dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang atau tidak. Harinyapun ditentukan tidak sembarangan kita membuang sampah.  

Masih ada hubungannya dengan kebersihan, orang Jepang punya kebiasaan jalan-jalan pagi atau sore. Tidak peduli musim panas atau musim salju kalau jadwalnya jalan-jalan ya tetap jalan-jalan. Tapi jarang mereka jalan-jalan sendiri atau bareng temennya. Lha sama siapa??

Sama wanwan (baca wangwang) alias anjing. Aku pikir-pikir efektif untuk menstabilkan kecepatan jalan dan tentu lebih semangat karena ada temannya. Kan gak asyiik yaa..jalan-jalan sendiri. Yang unik selain menuntun wanwan mereka selalu membawa tas kecil yang cantik.

Dulu aku kira itu tempat dompet atau HP, ternyata itu adalah tas khusus untuk tempat kotoran anjing. Jadi kalau sewaktu-waktu anjingnya BAB dengan memakai kaos tangan khusus mereka menyimpan kotoran itu dalam tas. Dibuang setelah sampai rumah. Gak tahu yaa..apa dimasukkan kloset atau ketempat sampah.

Jadi ingat di kota asalku Boyolali, masih banyak kendaraan dokar/andong. Itu tuhh..kereta yang ditarik oleh kuda. Suka lihat kotoran kuda berceceran dijalan karena tidak diberi wadah untuk menanpungnya. Tapi ada juga siihh yang sadar diberi penampung. Duuhh...jijik kan yaa...kalau dijalan berserakan kotoran kuda.

 

                                                 


Blog EntrySumoAug 30, '07 10:12 AM
for everyone
Beberapa hari ini di TV ramai diberitakan tentang juara sumo Jepang sedang mengalami tekanan mental alias stres. Bulan Agustus 2007, Asashoryu menerima hukuman skors dari Asosiasi Sumo Jepang dalam bentuk larangan tampil dalam 2 turnamen akibat bermain sepak bola amal di Mongolia ketika sedang cuti sakit. Mungkin tidak siap dengan hukuman itu dia mengalami tekanan mental. Untuk menenangkan diri dia minta ijin mudik ke negara asalnya Mongol. Wah...alamat tidak bisa melihat Asashoryu bertanding sumo tahun ini. 

Dulu waktu di Indonesia di TV suka disiarkan pertandingan sumo. Aku pikir apa menariknya sumo siih....?? Ternyata setelah di Jepang kami sekelurga kok jadi penggemar sumo yaaa...Apalagi  ito, dulu pas ada tante Unix suka ngajak sumo-sumoan. Sekarang main sumonya sama bapaknya atau om-omnya di Sendai. Ternyata sumo tidak cuma sekedar bergulat tapi ada nilai seni dan ibadahnya buat orang Jepang.

                                                        Ito main sumo sama Om Zam

                                         

Sumo adalah.....

Sumo (相撲 sumō?) adalah olahraga saling dorong antara dua orang pegulat yang berbadan gemuk sampai salah seorang didorong keluar dari lingkaran atau terjatuh dengan bagian badan selain telapak kaki menyentuh tanah di bagian dalam lingkaran. Pegulat sumo (rikishi) perlu berbadan besar dan gemuk karena semakin tambun seorang pegulat sumo semakin besar pula kemungkinannya untuk menang.

Sumo adalah olahraga yang berasal dari Jepang dan sudah dipertandingkan sejak berabad-abad yang lalu. Di beberapa negara tetangga Jepang seperti Mongolia dan Korea juga terdapat olahraga gulat tradisional yang mirip-mirip dengan sumo.

Sumo memiliki berbagai upacara dan tradisi yang unik seperti menyebarkan garam sepanjang pertandingan untuk mengusir bala.

Asal usul Sumo

Sama halnya seperti berbagai jenis olahraga gulat yang ada di seluruh dunia, sumo sudah dikenal di Jepang sejak zaman prasejarah. Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal sumo dikenal dengan sebutan Sumai. Sumo dalam bentuk yang dikenal sekarang ini mungkin berbeda dengan "sumo" di zaman dulu. Pegulat sering bertarung sampai mati karena jumlah peraturan yang ada masih sedikit.

Penguasa Jepang di abad ke-16 yang bernama Oda Nobunaga sering menyelenggarakan turnamen sumo. Bentuk ring sumo seperti yang dikenal sekarang ini berasal dari zaman Oda Nobunaga. Dibandingkan dengan mawashi pada zaman sekarang yang dibuat dari kain bagus yang kaku, pegulat sumo di masa Oda Nobunaga masih memakai penutup tubuh bagian bawah dari kain kasar yang longgar. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. Di zaman sekarang kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyō di awal pembukaan turnamen.

Sumo sering dikaitkan dengan ritual dalam agama Shinto. Sampai sekarang ini, di beberapa kuil Shinto masih diselenggarakan pertarungan antara pegulat sumo dengan Kami.

                                         

Siapakah Asashoryu???

Asashoryu Akinori (朝青龍 明徳 Asashōryū Akinori?) adalah seorang pesumo pertama asal Mongolia yang berhasil menjadi yokozuna. Lahir di Ulaanbaatar, Mongolia, 27 September 1980 dengan nama Долгорсүрэн Дагвадорж (Dolgorsuren Dagvadorj). Bulan Agustus 2007, Asashoryu menerima hukuman skors dari Asosiasi Sumo Jepang dalam bentuk larangan tampil dalam 2 turnamen akibat bermain sepak bola amal di mongolia ketika sedang cuti sakit.

Asashoryu memulai karir sebagai pesumo pada bulan Januari 1999. Prestasinya yang luar biasa segera melampaui prestasi Kyokushuzan dan Kyokutenho, dua pesumo senegara yang lebih dulu berada di divisi atas. Gelar sekitori diraih Asashoryu bulan September 2000. Setelah 2 turnamen berikutnya, Asashoryu sudah menempati divisi makuuchi (Januari 2001). Bulan Mei 2001, Asashoryu yang saat itu bergelar komusubi memenangkan penghargaan sanshō kategori shukun-sho (penampilan yang luar biasa). Pada tahun 2002, Asashoryu memperoleh gelar ozeki setelah mencatat rekor bertanding 11-4, 11-4, dan 12-3. Yokozuna yang merupakan gelar tertinggi dalam olahraga sumo diraihnya pada 30 Januari 2003.

Sumber dari : sini dan sini


Blog EntryHow About Islam In Japan??Aug 29, '07 9:31 AM
for everyone

Sumber : http://www.asahi.com/english/Herald-asahi/TKY200705040051.html

The Yokohama Mosque in Yokohama's Tsuzuki Ward echoes with the sound of Friday prayers chanted in Arabic. Worshippers in the 200-square-meter mosque number about 70--Muslims from Asia, Africa and elsewhere. The premises were purchased last summer and then renovated, opening for services at the end of last year.

Before that, Muslims in Yokohama prayed in private apartments. On Friday, the holiest day of the Muslim week, worshippers would gather at one of their apartments for prayers, while police looked askance at the long lines of cars parked outside. Sometimes during the fasting month of Ramadan, police would get calls from neighbors uneasy about the large and mysterious after-sunset gathering of foreigners.

In January 2006, the local Islamic community decided to purchase a two-story reinforced concrete building and turn it into a mosque. The price: 100 million yen. The contract called for a 10 million yen down payment in March, with the remaining 90 million yen to be paid within four months. An appeal went out for contributions from foreign Muslims all over the country--in Osaka, Nagoya, Toyama, Niigata and Hokkaido.

"There it was, May already, and we'd collected no more than 20 million yen," recalls Iqbal, a 43-year-old Pakistani used car dealer.

Iqbal came to Japan in 1988, and launched his dealership three years later. Now he owns three used car showrooms in Dubai, United Arab Emirates. Business is good, but "When there's no mosque, something important is missing from your life," he says.

A mosque is more than a place of worship. It occupies a central role in Islamic life. Adults not only pray there but also attend sermons as well, given by religious teachers. Children study the Koran there. The mosque collects charity and assists the poor. It forms the core of the Islamic community.

There are currently between 30 and 40 single-story mosques in Japan, plus another 100 or more apartment rooms set aside, in the absence of more suitable facilities, for prayers. Many Muslim communities have plans to build mosques in the near future.

Mohammad, 38, runs an Asian grocery store in Tsunashima, Yokohama. The Sri Lankan had 520,000 yen in savings, and was thinking of donating 300,000 yen towards the purchase of the mosque. He changed his mind and donated 500,000 yen, virtually emptying his account.

He says: "When you make a contribution to a mosque, God prepares a house for you in heaven. It's thanks to God that I've been able to make my way in Japan up to now. And God will continue to help me in future."

Mohammed, the seventh-century founder of Islam, was a merchant of Mecca, and many passages in the Koran reflect a merchant's manner of thinking--as, for example: "Who is there who will lend a good loan to God? for He will double it for him, and for him is a generous reward."

The deadline for payment of the 90 million yen was 11 a.m July 20. On July 10, the community was still 5 million yen short. Iqbal worked the phones, contacting foreign Muslims all over Japan. On the morning of July 20, 2 million yen arrived in cash. That, plus contributions forwarded directly to a special bank account, just made up the required amount.

In Nagoya, local foreign Muslims, most of them used car dealers, got together and purchased for 46 million yen a suburban building that had previously been a clothing store, turning it into the Nagoya Port Mosque, which opened last autumn.

"Wherever in the world Muslims live, it's only natural that there be a mosque," says Hanif, a 36-year-old Sri Lankan.

Factory workers

"Come to prayers, prayers are more important than sleep."

At 5:30 on Sunday morning, the muezzin summons the faithful of Shin-Anjo, Aichi Prefecture, to worship at the New Anjo Mosque. Among the more than 300 who had been here for Saturday night prayers, about 100--this reporter with them--spent the night at the mosque.

More than half the worshippers are Indonesians working at nearby factories turning out auto parts and other products on a subcontract basis. The workers are participants in a three-year program that since the early 1990s has offered training (for one year) and on-the-job experience (two years) to about 5,000 overseas applicants. Second in numbers only to the Chinese are those from Indonesia, the world's largest Islamic country.

"Don't cheat people," says the preacher. "Earn your profits by just means only. Profits are given to you by God. He wants to test you in your use of them. Help the needy, follow the way of Islam--and God will reward you."

"It's hard to say afternoon prayers at work," says one trainee. "And if there's overtime, I can't say prayers after sunset either."

Muslims pray five times a day--in the morning, just after noon, around 3 p.m., after sunset and at night. Morning and nighttime prayers can be recited at their lodgings. The noon prayer can be said during the lunch break. But mid-afternoon and sunset prayers present a difficulty.

"When I first came," says another trainee, "I said to the boss, 'Give me time to say my prayers, and in return I'll work really hard for you.' All it takes is 10 minutes. And a serious Muslim who says his prayers is serious about his work, too."

In their home countries, most offices and factories set aside space for prayers. But Japan, even as it welcomes Islamic workers, offers very little in the way of workplace prayer space. Prayer and work do not mix naturally here.

"I'm going to my lodging to get some sleep," says an Indonesian trainee as he leaves the mosque at 8 a.m. Sunday. "I have to go to work this evening. I'm on the night shift."

He works from 8 p.m. to 8 a.m. every night except Saturday. This is his third year in Japan. He's worked the night shift for the past year. "It's good for me," he says. "I asked for the night shift. It means I can pray five times a day."

Pilgrimage to Mecca

Monir Morshed is a 32-year-old Bangladeshi engineer working for a computer company in Tokyo's Shinjuku Ward. At the end of last year, he went on a pilgrimage to Mecca.

Every year more than two million Muslims from all over the world journey to this holiest of Islamic sites. "The pilgrimage washes your sins clean," Monir says. "You feel as if you've been reborn."

He came to Japan in 1993 on a Japanese government scholarship. He graduated from the Tokyo Institute of Technology, went on to graduate school to do a master's course, and then stayed in Japan to work.

Last year, he began to think seriously about going to Mecca. He gave his employers notice that he would be taking three weeks' leave towards the end of the year. In summer, he began to observe Islamic teaching with particular rigor. Dining with colleagues, he refrained not only from drinking but also from so much as touching a sake bottle.

In September, there was an office party. "Before, when we poured each other drinks, my colleagues would pour my juice while I poured their beer. But I couldn't do that any more, so I made up for it by serving their vegetables for them."

Devout Muslims must abstain not only from alcohol, but also from food or cakes flavored with alcohol.

"Strictly speaking, it's not right for me even to attend dinners where alcohol is served," Monir says. "However," he adds--in an apparent concession to Japanese ways--"socializing is important, too."

In Islam, there are specially qualified holy men who answer questions put to them by believers. These questions can be about anything, from matters of faith to human relationships, business and contracts, even politics. Answers are grounded in the Koran and in judgments rendered by great scholars in the past.

Shaikh Hafiz Salman, 43, graduated from a religious seminary in Pakistan and now serves as imam at the Otsuka Mosque in Tokyo's Toshima Ward.

"Muslims living in Japan are beset by questions that simply don't arise among Muslims in the Islamic world," he says. "It's my job to address these questions."

Monir consulted Shaikh Hafiz regarding whether it was acceptable for him to attend office parties.

"It would be best not to, but if you must attend, do not touch alcohol," Shaikh Hafiz replied. Monir's leave of absence began on Dec. 20. At a year-end party just before, his boss took him aside and said, "Take care of yourself; we'll see you next year." Monir had felt uncomfortable about taking time off. "It pleased me that the boss spoke to me like that," he says.

Children learn Arabic

At the mosque in Ebina, Kanagawa Prefecture, about 10 children around age 10 are learning the Arabic alphabet. Every day from 4 p.m. to 8 p.m., the mosque holds Koran classes. They started last November, at the urging of Pakistani and Bangladeshi Muslims living in the area who wanted their children to be properly versed in the ancestral religion and the Arabic language. The classes are taught by the parents themselves.

Slaiman, a 39-year-old Sri Lankan who lives in neighboring Yamato and deals in used cars, sends his two sons, age 8 and 4, to classes at the mosque. He himself began studying Arabic at age 5 at a mosque school in Sir Lanka. He wants to give his own children a similar religious environment.

"The Koran is written in Arabic," he says. "If the children don't learn it now they won't be able to read it properly or understand the meaning of the prayers."

Islam is not faith in isolation. It teaches faith, morality and human relations as a whole, and children must learn it early if they are to fully master it.

"Japanese schools teach only knowledge--not how to be a good human being," says one Muslim father.

Nasr-abdllah, 49, operates an Asian grocery store in Shinjuku Ward. Originally from India, he has plans to open an Islamic school.

"Foreign Muslims living in Japan are deeply troubled about their children's education," he explains. "In some cases, the father wants to send the children to school in his home country, but his Japanese wife is opposed. Some couples have divorced over this."

Nasr-abdllah's Japanese wife took their six children to Malaysia for two years, to give their three daughters, when they reached school age, the benefits of Islamic schooling.

Hossein, a 43-year-old car dealer in Katsushika Ward, has been in Japan 20 years, but he and his Japanese wife plan to take their three children to his native Bangladesh next July so the elder children, a 10-year-old daughter and a 7-year-old son, can acquire the beginnings of an Islamic education.

They currently attend a local elementary school. Forbidden by their religion from eating pork or any meat not prepared in accord with Islamic rites, the children bring lunch from home following the same menu but prepared to conform to their faith. School authorities waived the usual dress regulations, allowing the daughter to wear an Islamic scarf.

Hossein says: "Soon, my daughter will have to don a full veil, which exposes only the eyes. It will be hard for her to attend Japanese school. As for my son, I want him to grow up to be an Islamic scholar in Bangladesh."

There are many Islamic schools in Western nations with large Muslim populations, but in Japan, there is not a single Muslim elementary or junior high school. The Otsuka Mosque in Toshima Ward plans to register itself as an educational corporation and establish an Islamic school, but for now all it can offer is a daycare center with no official status.(IHT/Asahi: May 4,2007)


Blog EntryAda Yang Baru Yaa..di MP!!Aug 28, '07 5:25 PM
for everyone
Pagi-pagi buka MP....dikagetkan oleh penampilan baru MP. Sekarang reply-annya terakhir paling atas...waahh..wahhh..MP benar-benar memanjakan konsumennya nih....jadi kalo mau ngereply gak usah repot-repot scroll ke bawah....Makin jatuh cinta ajah nih ama MP

Blog EntryTips Membuat TempeAug 8, '07 7:12 AM
for everyone

Punya banyak hutang sama teman-teman yang PM menanyakan tips-tips bikin tempe. Ketunda-tunda terus sedang musim panas sebentar lagi berlalu. Sebelum kesempatan membuat tempe berlalu aku coba tuliskan tips-tipsnya.

Resepnya :

Bahan :

  • Kacang kedelai 1 kg
  • Ragi tempe 1 sdm

Cara :

  1. Rebus air s/d mendidih lalu masukin kedeleinya 5 - 10 menit, lau dites udah bisa dikupas apa belom kalo udah dikupas matikan api.
  2. Kupasin kulitnya sambil direndam dg air satu persatu dengan tangan. Ini bagian paling lama dan membosankan. Apalagi kalo sendirian hehehe..(tambahin dg air dingin juga ok kalo air yg digunakan untuk merebus habis terserap pd rebusan awal ini ).
  3. Kalau mau praktis bisa dengan diinjak-injak didalam panci  jangan diberi air agar kulit lebih mudah terkelupas (asal jangan wadah plastik nanti pecah baskomnya).
  4. Kedelainya nanti akan pecah jadi 2 ini akan lebih padat dan gampang diiris jadinya.
  5. Beri air dan kulitnya akan mengapung. Saring maka kulitnya akan ikut air. Kalau berat bisa dibagi 2/3 tahap menyaring.
  6. Setelah kulit terlupas semua ganti airnya dg air yg bersih lalu rebus kembali sampai kedelai tsb mateng. Kurang lebih 20-30 menit. Dites dg cara dicoba diambil kedelainya dicicipin kalo udah mateng ya udah matikan apinya
  7. Tiriskan kedelai s/d airnya kering kurleb 4 jam-an dan dingin kan sampai betul2 dingin. Untuk meniriskan 1 kg kedelai butuh 2 sd 3 saringan (tolong dijaga jangan kemasukan kotoran ato dipegang oleh anak2....alias jaga kebersihannya)
  8. Setelah dingin dan tiris masukkan ragi ratakan.
  9. Lalu masukkan ke kantong plastik yg udah di bolongin dg tusuk gigi. 
  10. Letakkan pada tempat plastik yang bolong2 bersusun agar bagian bawah juga mendapat sirkulasi udara
  11. Setelah jadi disimpan dalam freezer.

Yang perlu diperhatikan :

  1. Suhu udara pastikan lebih dari 23 derajat celcius. Paling bagus suhu 28 derajat celcius keatas.
  2. Pastikan wadah bersih
  3. Kalau mau hasil tempenya padat dan waktu diiris tidak hancur isi plastiknya agak padat  3/4 wadah.

Ini hasil pengalaman aku bikin tempe dan sharing teman-teman yang punya pengalaman bikin tempe juga. Kalau ada teman yang punya tips lainnya silahkan sharing yaa..

Ohya ada yang ketinggalan untung diingatkan mbak Jum, kalau mau pakai cara yang kedelainya diinjak-injak terus kulitnya disaring, airnya bisa ditadahi dan dipakai lagi buat menyaring kulit lanjutannya. Karena tidak sekali proses penginjakkan kulitnya bisa langsung bersih. Duhhh..semoga pada bisa ngerti uraianku yaa...

 


Blog EntrySabun SirihAug 3, '07 11:08 PM
for everyone

Ssssttt...ini sebetulnya rahasia...khusus perempuan....Buat teman-teman wanita  pernah gak ketamuan si putih?? Aku kalau mau mens biasanya suka ketamuan si putih itu. Dulu di Indonesia suka pakai air rebusan daun sirih, secara dirumah punya pohonnya. Tetangga juga banyak yang punya.

Waktu berangkat ke Jepang, sempat bawa sabun sirih produk mustika ratu. Kepake banget waktu abis melahirkan. Sebetulnya gak tiap saat pake sih..cuma kalo pas  si putih datang. Karena cuma bawa 1 botol sekarang sudah habis. Udah hampir 2 tahun boo....mana cuma sebotol. Pakainya juga sudah diirit-irit. 

Kebetulan ada teman yang mau pulang. Kepikiran mau nitip. Eehhh..malah dikasihtahu ternyata di Jepang juga ada.  Kaget tapi senang. Aku tanya dimana?? Ternyata dia lihat di Daruma (semacam toko obat & kosmetika). Tapi tidak sembarang Daruma, hanya Daruma dekat stasiun kota. Akhirnya aku coba cari ke sana. Kalau memang tidak ada baru impor dari Indo.

Sayangnya aku tidak nanya dibagian mana ditaruhnya. Bayanganku ditempat sabun-sabun. Muter-muter kucoba jelajahi Daruma, kok gak nemu yaaa....aku coba nanya sama petugasnya juga gak ngerti apa itu sabun sirih. Malah nanya untuk apa...lha aku kan bingung & malu mau ngejawabnya.

                                               

                                                       Sabun sirih nemu di Jepang

Sebelum memutuskan keluar aku coba kelilingi sekali lagi. Heemm..semua sudah, hanya tempat pembalut yang belum. Coba aku lihat...Yatta!! ternyata ada didekat pembalut-pembalut. Aku laporkan sama temannku, baru dia bilang lupa tidak ngasih tahu kalau adanya dirak dekat pembalut2. Syukurlah gak perlu impor sabun sirih dari Ina. Senang juga Indonesia sudah bisa ekspor ke Jepang walau hanya sabun sirih. Penasaran juga siih..apa wanita Jepang juga pakai yaa...?? secara disini tidak ada sirih....


Blog EntryTosho CardJun 24, '07 12:34 AM
for everyone


Budaya membaca di Jepang sudah tidak diragukan lagi. Dari kecil, anak-anak sudah didorong dan difasilitasi untuk gemar membaca. Perpustakaan yang banyak bertebaran ditiap shimin senta (balai desa), diruangan tunggu klinik dan sekolah.

Di bis, kereta dan taman-taman, sangat sering kita lihat orang tua, muda dan anak-anak pada asyik membaca buku. Pagi hari saat orang berangkat kerja, berdesak-desakan dan bergelantungan di bis, masih sempat sambil  membaca koran. 

Tiap ada event, sering dapat hadiah kartu untuk membeli buku (Tosho Card). Saat ito lulus TK, saat masuk SD, dari sekolahan maupun dari perkumpulan ibu-ibu dikampung diberi hadiah Tosho Card.

                              

Saat aku dan bapaknya ito nari juga kadang kalau tidak diberi honor diberi kenang-kenangan Tosho Card. Lumayan untuk beli buku. Biasanya Tosho Card senilai 1000yen atau 2000yen. Alhamdulillah selama di Jepang kalau beli buku belum pernah mengeluarkan uang. Cukup pakai Tosho Card

 


Blog EntryBuat Yang Bekerja di JepangJun 20, '07 9:22 AM
for everyone
Kabar gembira atau sudah pada tahu, ada email dari teman Jepang yang memberitahukan bahwa :
 
Bagi orang Indonesia yang bekerja di Jepang sebagai karyawan tetap (bukan part time) keluarga di Indonesia yang menjadi tanggungannya dapat dimasukkan sebagai faktor pengurang pajak. Kalaupun terlanjur sudah dibayarkan bisa minta dikembalikan di akhir tahun pajak.
 
Caranya dengan melampirkan kartu keluarga yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Jepang.
 

Blog EntryKeringanan AirJun 20, '07 9:08 AM
for everyone

Tiap bulan Juni saatnya mengurus keringanan membayar air. Lumayan air yang seharusnya bayar 4.000 yen sampai 5.000 yen tiap bulan, bisa turun sampai 1.500 yen untuk 2 bulan. Dulu waktu tinggal di dormitory tidak bisa minta keringanan air karena tarifnya sudah khusus dan relatif murah.

Setelah tinggal di apato barulah bisa mengurus keringanan air. Bagi penduduk Jepang yang penghasilannya dibawah PTKP (penghasilan tidak kena pajak) termasuk penerima beasiswa monbusho, dapat mengajukan keringanan biaya pemakaian air. Surat pengajuan keringanan berlaku selama setahun dari bulan Juni tahun ini sd Juni tahun depan. Bisa diperpanjang tiap tahun.

Apakah ini berlalu nasional di Jepang?? teman-teman dari kota lain mungkin bisa sharing.

Cara mengurus keringanan adalah :

  1. Pergi ke Kuyakusho(kantor kecamatan) di Lantai 6 (khusus Aoba-ku) untuk minta hikazeishoumeisho ( surat bebas bayar pajak). Kalo ada istri, maka mintakan juga. Tiap surat keterangan dikenakan uang 300 yen (jadi kalo 2 sama istri ya 600 yen).
  2. Setelah jadi (paling lama 10 menit), bawa bersama hokensho ( surat suransi kesehatan) ke Shiyakusho (Kantor Kota Sendai, depannya Aoba Kuyakusho), di lantai 1 di kantor Sendai Suidou Kyoku (depan Bank 77). 
  3. Di situ, surat bebas pajak diminta dan surat asuransi dipotokopi oleh mereka, lalu kita diminta ngisi beberapa data (nama, alamat, tanggal lahir, anggota keluarga dsb.). Paling lama juga 10 menit.
  4. Selesai. Beberapa minggu kemudian ada pemberitahuan resmi dari kantor tsb mengenai permohonan kita (pengurusan paling lambat akhir bulan Juni).
 

Blog EntryLapor!! tempeku sudah berkeringat^_^Jun 5, '07 8:59 PM
for everyone

                             

Setelah sempat deg-degan akhirnya pagi ini tempeku mulai sumuk alias kemringet alis berkeringat. Berarti??? ehemmm tanda tempeku akan berhasil

Sebetulnya sebelum memutuskan bikin tempe, aku sudah cek dulu di tenki jouho (ramalan cuaca), bagaimana cuaca minggu ini. Walaupun full mendung seminggu ini, tapi suhu lumayan hangat 15 sd 23 derajat celcius. Makanya pede aja bikin tempe.

                               

Satu hal lagi yang kemarin bikin aku agak deg-degan, ragi tempe kiriman mbak Nunung sebetulnya sudah daluarsa bulan April kemarin. Maklum ini ragi nitip tahun lalu. Tapi aku pikir ragi bukan makanan, daluarsa juga tidak bahaya. Paling tempenya gagal .

Mbak Dewi yang bikin hari sabtu deg-degan juga. Sampai-sampai setelah 2 hari tempenya adem ayem, dia pasangin heater. Tapi yokatta (Alhamdulillah) setelah malam diheaterin 2 jam, paginya langsung berkeringat. Sekarang sudah panen tempe deh..

Tunggu sampai 2 hari ini...apakah tempeku jamurnya akan berkembang?? tunggu laporan selanjutnya


Blog EntryBikin Tempe Lagi!!Jun 4, '07 4:05 AM
for everyone
 
Tempe belum jadi

Suhu udara di Sendai mulai stabil 15 sd 23 derajat celcius. Tiba waktunya buat makanan yang memerlukan suhu hangat, contoh bikin tempe. Biasanya kita beli tempe beku dari Asian Store Majumder. Teman-teman juga sudah mulai pada asyik bikin tempe sendiri. Jadi terprovokasi nih.... Kebetulan ragi tempe kiriman mbak Nunung masih ada. Persediaan kedelai sudah ada beli  di pasar Asahichi (dijualnya cuma disana itupun cuma satu pedagang)

Dulu pas Lula belum lahir pake resep yang ini.  Tapi sekarang kayaknya susah. Soalnya buth waktu lama untuk ngupasin kulitnya. Bisa buat paling pas libur sabtu atau minggu pas bapaknya Lula dirumah. Ada yang handle Lula. Atau hari biasa pas Lula bobo. Tapi sekarang Lula bobo siangnya kadang cuma bentar.

Sabtu minggu kadang acara sudah full : latihan angklung, nari, pertemuan PPI/KMI, jalan-jalan kadang Bapaknya ke lab. Heemm..kalau kayak gini gak akan jadi-jadi nih bikin tempenya. Putar otak gimana cara bikin tempe yang tidak makan waktu banyak

Ingat waktu kecil, didesaku lumayan banyak perajin tempe. Dulu belum ada mesin pengupas kulit kedelai (atau udah ada tapi belum pada beli??..gak tahulah). Biasanya mereka mbersihin kulitnya di sungai. Saat itu desaku belum ada PDAM. Mandi, cuci baju, cuci sapi, cuci kedelai, cari air minum pada ke sungai .

Setelah kedelai direbus dimasukan bakul trus diinjak-injak di air mengalir biar kulitnya mengelupas. Heemmm..kayaknya bisa dicontoh nih.... Lagian tempe mau dikonsumsi sendiri. Setelah kedelai direbus biarkan dingin dulu. Masukkan ke baskom besar. Kaki dibungkus plastik, trus injak-injak kedelainya. Setelah kulitnya mengelupas kasih air agak banyak. Kulit akan mengapung, saring airnya. Kulit akan ikut air. Air bisa dipakai lagi buat nglimbang (bahasa Jawa - bahasa Indonesianya gak ngerti) kulitnya. Ulang-ulang sampai bersih.

Langkah selanjutnya lihat resep aslinya aja yaa....(masih deg-degan nih..jadi gak yaa..tempe perdanaku tahun ini


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help