budi's posts with tag: ito
|  | Salah satu pengalaman menjadi orang tua yang anaknya sekolah di SD Jepang adalah menjadi petugas lampu merah. Sekolah ito yang terletak dipinggir jalan raya, tiap pergi dan pulang sekolah ada murid-murid yang harus menyeberang jalan.
Sebetulnya dilampu merah sudah dipasang tombol kalau mau menyeberang. Jadi tanpa ada orang yang menyeberangkan, anak-anak bisa menyeberang sendiri dengan memencet tombol. Tapi mungkin tujuannya adalah melibatkan orang tua dalam kegiatan sekolah anak dan memberi semangat kepada anak dalam menyambut kegiatan belajar di sekolah. |
|  | Tiap awal dan akhir semester di SDnya ito ada kunjungan orangtua murid. Bertujuan agar kita melihat langsung proses belajar di kelas. Selain itu juga ditampilkan kemajuan kemampuan anak menyerap pelajaran.
Semester kali ini akan berkahir dengan datangnya libur musim panas. Orang tua murid kembali diundang ke sekolah seusai jam istirahat. Kali ini diperlihatkan kemampuan bermusik anak-anak. Dari mulai menyanyi, main pianika sampai senam ala TV NHK. |
|  | Sebagai orangtua, pingin rasanya bisa mengerti bakat anak dari usia dini. Salah satu caranya selain memantau kegiatannya disekolahan juga mencoba menawarkan kursus apa yang diminati anak.
Seperti pada Ito. Kata guru disekolahan paling menonjol dia dalam pelajaran matematika dan membuat prakarya. Selain menghabiskan waktu disekolah, kami tawarkan pada ito untuk mengambil kursus diluar jam sekolah. Bisa ikut grup sepakbola, bisboll, karate, taekwondo, berenang atau piano.
Sampai beberapa waktu dia belum ngasih jawaban maunya apa. Sampai kemudian lihat teman-temannya sepulang sekolah pada kursus renang. Kebetulan dibelakang rumah ada kolam renang yang membuka kursus. Mulai bulan Maret 2008 akhirnya ito ikut kursus renang. Selain olahraga juga untuk melatih ito bersosialisasi dengan anak-anak selain teman sekolahnya.
Kursusnya selama satu jam sekali seminggu. 45 menit pertama dipandu isntruktur 15 menit setelahnya main-main saja. |
|  | Sabtu 10 Mei 2008, SD-nya Ito mengadakan porseni alias undokai. Uniknya porseni di Jepang (mengamati undokai dari Ito TK sampai SD) kejuaraannya adalah beregu/tim. Dari kelas 1 sd 6 dibagi 3 kelompok. Masing-masing tim terdiri dari kelas 1 sd 6.
Lomba paling favorit adalah lomba lari.Alhamdulillah regunya ito mendapat juara 1 dalam lomba lari. Semangat undokai bukan hanya milik murid yang bertanding, orangtua bahkan kakek nenek juga ikut bersemangat walau hanya memberi semangat dari kejauhan.
Saat undokai juga akan terlihat betapa kompaknya antara guru, murid dan orangtua murid yang menjadi anggota PTA(semacam orangtua perwakilan ortu murid). Karena mereka semua terlibat dalam kepanitiaan. |
|  | Hari ini orang tua murid mendapat undangan ke sekolahnya Ito. Melihat kegiatan proses belajar anak-anak. Ada kegiatan khusus hari ini yaitu O Tetsudau Meijin ni Narau (belajar membantu dari ahlinya)
Karena yang dipelajari adalah belajar melipat baju dan menyapu. Maka yang ahli ya ibu-ibu. Beberapa orangtua murid yang menjadi pengurus PTA mengajari anak-anak cara melipat baku dan menyapu.. Dibagi dalam beberapa kelompok, anak-anak terlihat antusias mengikutinya. |
|  | Masih suka mengabadikan foto ito dengan kreasinya. Mainan yang dibuat dari kertas, dus dan isolasi. Walau tidak semua kefoto lumayan buat dokumentasi ito kalau besar nanti. Suka geli aja lihat hasil kreasi dan pose-posenya saat difoto wekekekekkk....
Pernah juga diposting disini dan disana
Silahkan menikmati.....*_* |
Hari ini 17 September 2007, Aristo Agna Nugroho anak kami yang pertama berusia 7 tahun. Tidak terasa, perasaan baru kemarin aku melahirkanmu. Waktu begitu cepat berlalu, apa yang sudah kami berikan untukmu?? Kami, bapak dan ibumu merasa masih sangat kurang memberikan contoh menjadi orangtua yang baik. Sedangkan kami selalu berharap engkau bisa menjadi anak yang baik. Maafkan kami anakku, semoga kami masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Menjadi tauladan dan mendidik dirimu dengan baik. Maafkan kami anakku, apabila banyak kemarahan dan kekesalan kami tertumpah padamu. Sedangkan kami selalu berharap dirimu untuk tidak suka marah dan kesal. Ya Allah berikanlah kami kesabaran dan kemampuan untuk mendidik ito sesuai tuntunan-Mu dan Rasul-Mu. Sehingga menjadi anak yang sholeh, mandiri, berguna untuk umat dan agama-Mu,Amien.
|  | Masih ada hubungannya dengan tulisanku tentang Alarmya Ito, hari Selasa 11 September 2007 aku mendapat tugas patroli. Yaa..kejahatan dan penculikan anak-anak khususnya anak SD membuat sekolah bekerja sama dengan perkumpulan orangtua murid (PTA) melakukan beberapa kegiatan pencegahan diantaranya patroli.
Patroli dilakukan tiap hari Selasa bergiliran dibagi beberapa grup. Dimulai saat anak-anak pulang sekolah yaitu jam 3.30 sd 4.30 sore dari gerbang sekolah mengitari wilayah yang telah ditentukan. Lumayan juga....jalan selama 1 jam jadi tahu sudut-sudut wilayah dan gang-gang yang sebelumnya belum pernah lewat.
Tujuan patroli adalah 1. Mengamati wilayah yang dilewati ada orang atau sesuatu yang mencurigakan tidak. 2. Mengawasi anak-anak yang pulang sekolah. Anak-anak SD di Jepang pergi dan pulang sekolah jalan kaki berkelompok dengan teman atau kakak kelas yang searah. |
 Seperti biasa, Yutaka kun teman SD-nya ito sekaligus tetangga, main ke rumah setelah berenang di sekolahan. Biasanya pada baca buku, berantem-beranteman atau main game. Kalo sudah bosan gantian ito yang kerumahnya Yutaka atau main ditaman dekat rumah. Tiba waktunya Lula bobo sore, aku minta mereka main ke taman atau gantian ke rumah Yutaka. Akhirnya mereka keluar, aku tidak sempat bertanya kemana karena sibuk nidurkan Lula. Setelah Lula tidur aku ke dapur buat kue sus. Sedang asik-asiknya ngisi vla kedalam kue sus, tiba-tiba ito datang. Seperti biasa ito ngomong dengan bahasa Jepang, aku menjawab dengan bahasa Indonesia. Aku hanya menangkap 25% omongan ito . Yang aku tangkap dia manggil aku ke taman. Aku tanya" buat apa? ibu lagi sibuk!" sambil terus melanjutkan bikin kue sus. Ito melanjutkan omongannya sampai beberapa saat. Karena tidak bisa menangkap semua omongannya, aku coba menebak-nebak. Aku tanya "apa berantem?" Ito bilang "janai, itakatan da mon(bukan, sakit lagi!)" "Sakit?kenapa?" tanyaku. Bla..bla..bla...ito menjelaskan dan aku tidak mudeng blas alias tidak mengerti. Aku malah balik nanya " bukan karena mas ito kan? biarin aja" ito bilang " demo kawaiso da ne(tapi..kasihankan)" "lho kenapa?" aku jadi penasaran. "Sekarang Yutaka dimana?" tanyaku "koen/taman " jawab ito. Aku langsung kaget!! ada apa nih!! ternyata ito minta aku manggilkan ibunya yutaka karena yutaka jatuh waktu main ayunan ditaman .  Aduuhh... kok ya baru ngeh setelah 10 menit berlalu. Akhirnya bergegas aku ke taman sambil menyambar Lula yg baru bangun tidur. Ditaman Yutaka berguling-guling ditanah sambil bilang "itai..itai...(sakit...sakit)" sambil megangin kepalanya. Aku lihat tidak ada yang lecet. Aku tawarkan anterin pulang gak mau, dia minta dipanggilkan ibunya. Akhirnya aku kerumah Yutaka memanggil ibunya. Untung tidak ada luka serius, tapi cukup membuat khawatir. Duuhh...begini deh kalo komunikasi beda bahasa
|  | Sudah umum di setiap komplek perumahan di Jepang selalu tersedia taman bunga dan taman bermain. Belum lagi taman di tengah dan sudut-sudut kota. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di taman. Bermain, ngobrol, membaca buku dan bersosialisasi.
Musim panas dan anak-anak liburan, pasti jenuh dan gerah kalau dirumah terus. Salah satu alternatifnya bisa main di taman. Kebetulan didekat rumah ada taman yang lumayan luas. Namanya Susumeshi Koen. Sambil menemani ito dan mengawasi Lula main, memperhatikan kegiatan orang-orang di taman asyikk juga. Yang unik rata-rata taman dilengkapi dengan toilet dan kran air buat minum dan cuci tangan.
Dapat rejeki pula..ceritanya siang itu ada nenek-nenek habis belanja mampir di taman. Menjejeri aku duduk di bangku taman. Lupa siapa dulu yang menyapa, akhirnya kita ngobrol ngalor ngidul dengan keterbatasan bahasa Jepangku. Ternyata beliau kenal dengan mba Ade, orang Indonesia juga yg tinggal di Sendai. Cucunya seumuran ito kelas 1 juga cuma beda sekolahan. Waktu mau pamit pulang nenek membuka bungkusan belanjanya. Dikeluarkannya 2 buah momo dan diberikannya kepadaku. Waaa...rejeki nih....sebelum menerima aku tanya " Buat nenek gmn?" " Masih ada kok " jawabnya. Yaa..udah dehh gak bagus kan menolak rejeki. Alhamdulillah ..salah satu manfaat ke taman kalau pas beruntung bisa dapat rejeki hehehe... |
|  | Ito libur musim panas selama sebulan lebih. Kalo tidak bisa memberikan kegiatan yang menyenangkan bisa bete dia dirumah. Alhamdulillah di sekolahan tiap hari ada kelas berenang selama liburan. Jadwal berenang untuk kelas 1 dibagi dalam 4 kelompok berdasar wilayah. Sehari dibagi 2 grup pagi dan siang, masing-masing grup 2 kelompok.
Dulu waktu masih di Semarang hampir tiap minggu ito minta berenang di Watugong. Kolam renang punya Kodam IV Diponegoro. Belum sempat mahir berenang keburu ke Jepang. Cari info tarif kolam renang umum di sini 1000 sd 5000yen !!..Waduuhh..mahal amat....
Alhamdulillah selama musim panas ini ito puas berenang di sekolahannya. Orang tua juga boleh ikut lho...tapi nonton doang hehehe..... |
|  | Ngajak Ito belanja ke supermarket terdekat, Sunmari harus siap-siap minta jajan. Selama ini aku perbolehkan ambil jajanan asal jangan lebih dari 100yen. Tapi kemarin dia minta mainan harganya 230yen!! Waah...langsung saja aku tolak permintaannya.
Ito memohon, dia mau ngasih uang tabungannya 100yen buat nambahin beli mainan itu. Penasaran kayak apa sih mainannya?? ternyata sebutir telor. "Memang ada makanan didalamnya ya Mas?" tanyaku. Biasanya mainan kayak gitu ada coklat atau permen didalamnya.
"Bukan, tapi ada dinosaurusnya!" jawab Ito. "Dinosaurus??" penasaran juga.Karena dekat banget Sunmari sama rumah, ito pulang dulu ambil uang didompetnya 100yen. Ternyata mainannya lucu juga...agak geli juga sih lihatnya...kayak telor beneran ..hiduupp...!! |
 Salah satu kejahatan yang banyak menimpa anak sekolah di Jepang khusunya SD adalah penculikan anak. Hal yang juga sering terjadi di Indonesia. Di Jepang mulai SD, anak-anak berangkat dan pulang sekolah sendiri. Bukan suatu masalah karena masuk SD di Jepang, SD-nya ditentukan oleh pemerintah (kuyakhuso/kecamatan). Sebelumlulus TK, kita akan mendapat pemberitahuan dari kuyakusho, anak kita masuk SD dimana. Tentunya dicarikan SD yang terdekat dengan wilayah tempat tinggal kita. Di Jepang hampir semua sekolah negeri standar, tidak ada yang favorit. Ada juga sekolah swasta dan kalau mau kita juga boleh saja memasukkan anak kita di SD swasta. Walaupun sudah dicarikan SD yang terdekat rumah kita, tetap saja ada yang jarak sekolah dan rumah lumayan jauh. Dan inilah yang menimbulkan rawan penculikan. Sering kita dengar berita penculikan anak yang kemudian berakhir dengan pembunuhan .  Untuk mengantisipasi hal ini, dari pihak sekolah (tentunya berlaku nasional) diadakan beberapa pencegahan paling tidak meminimalkan penjahat beraksi. Diantaranya : -
Anak-anak yang arah rumah ke sekolah searah diperintahkan berangkat dan pulang bareng-bareng. Dari mulai kelas 1 sd kelas 6, kakak kelas menjaga adik kelasnya. -
Anak-anak dipesenin untuk tidak mau menerima ajakan pergi orang asing -
Orang tua secara berantai mengawasi anak-anak berangkat dan pulang sekolah dari rumah masing-masing -
Kalau orang tua terpaksa akan menjemput, harus memakai tanda khusus yang dikasih oleh sekolahan. Semacam perekat yang ditempel dilengan baju. -
Anak dilengkapi alat pengaman yang berupa alarm. Alarm ini digantungkan di tas sekolah. Dimana kalau anak ditarik paksa orang asing, alarm ditarik akan menimbulkan bunyi yang khas. Sehingga menarik orang lain untuk menolong. Pengadaan alarm ini dikoordinir oleh organisasi orangtua di sekolah dengan harga yang disubsidi. Kalau diluar mungkin harganya sampai 1000yen, disekolah cukup 240yen Bentuknya juga lucu-lucu, sehingga menarik anak untuk memilikinya.
|  | SD Kunimi adalah SD-nya Ito. Berlokasi didekat International house (asrama mahasiwa asing Tohoku Univ). Sehingga anak-anak dari mahasiswa asing kebanyakan disekolahkan di SD ini.
Salah satu fasilitas SD di Jepang adalah disediakan makan siang. Begitu juga dengan di SD Kunimi. Berkat perjuangan orang tua murid yang beragama Islam (Mesir, Pakistan, Indonesia) terdahulu, Alhamdulillah makanan untuk anak muslim dicarikan bahan yang halal dan dimasak terpisah dengan yang untuk murid Jepang.
Salah satu agenda sekolah adalah mengajak orang tua murid melihat proses penyajian makanan dan mencicipinya. Hari ini orangtua murid kelas satu di undang untuk itu. Acara dimulai jam 12 siang dengan diputarkan video bagaimana kondisi dapur dan proses pemasakannya. Melihat videonya terlihat betapa terjamin kebersihan dan nilai gizinya. Setelah itu kita diminta menuju ruangan kelas anak untuk melihat bagaimana anak-anak mempersiapkan makan siang.
Luar biasa !! Indah sekali, anak-anak dengan dibantu sensei menyiapkan makan siang untuk teman-temannya. Tugas menyiapkan makan siang ini digilir tiap hari. Selanjutnya kita diminta ke ruang makan untuk mencicipi menu siang itu.
Setelah makan, kita kemabli ke ruang kelas, melihat bagaimana anak-anak sebelum pulang bersama-sama membersihkan ruangan. Setelah menata meja kursi mereka menyapu dan mengepel ruangan. Duuhhh..terharu..anak-anak diajarin seperti ini.
|
|  | Undokai (pesta olahraga dan seni) biasanya diadakan memasuki musim gugur. Tapi di SD Kunimi (SD-nya ito), memasuki musim panas ini mengadakan undokai . Dari ito di TK sampai sekarang, mengikuti kegiatan undokai tidak ada bosannya. Karena pestanya dikemas dengan sangat menarik, teratur, disiplin dan semua pihak (anak2, guru dan orangtua) ikut terlibat.
Sempat terlintas dibenakku, andai di Indonesia kegiatan porseni dikemas dan dibuat seperti ini. Pasti sangat bagus untuk mendidik jiwa kebersamaan karena kebanyakan kegiatannya dibuat beregu. Bukan menang kalah yang ditonjolkan tapi usaha dan kebersamaannya.
Sebetulnya olahraga yang dilombakan sederhana hanya lomba lari dan tarik tambang. Tapi anak-anak benar-benar kelihatan menikmati. Orangtua juga antusias memberi semangat anak-anaknya untuk menampilkan yang terbaik.
Semoga kenangan sekolah di Jepang khususnya kegiatan undokainya memberi warna dan kenangan yang indah buat ito. |
|  | Setelah heboh dengan sotsuenshiki (perpisahan TK), kita sekeluarga disibukkan dengan persiapan ito masuk SD (nyuugakushiki). Upacara pembukaan SD yang sangat tertata sempurna. Melibatkan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan.
Kebetulan cukup banyak teman-teman TK-nya dulu yang sekolah di SD yang sama. Malah teman sebangkunya juga teman TK-nya dulu.
Upacara pembukaan tahun ajaran baru untuk anak kelas satu dibuat sangat resmi. Dari acaranya sampai atribut orang-orangnya. Orangtua kalau tidak berkimono memakai jas. Demikian juga anak-anaknya berjas ria.
Omoshirokatta!!
Suasana yang membuat anak semangat untuk memasuki dunia barunya yang lebih serius dari dulu di TK. Selamat masuk SD ito-kun semoga engkau bisa beradaptasi dan belajar dengan baik. |
|  | 17 Maret 2007 hari terakhir ito masuk youchien (TK) sekaligus perpisahan dengan guru dan teman-temannya. Acara perpisahan dibuat meriah tapi mengharukan.
Dimulai jam 10 upacara resmi dari sekolahan. Setelah makan siang baru acara yang dikoordinir oleh orangtua murid. Salut banget walaupun hanya perpisahan anak TK tapi benar-benar dipersiapkan dengan matang.
Persiapan dan latihan selama 3 bulan tidak sia-sia. Acara berjalan dan terkoordinir dengan rapi. Sebagai salah satu orangtua murid negara asing, biasanya diminta menampilkan kesenian khas dari negara asal.
Karena tahun kemarin dari Indonesia sudah menampilkan angklung tahun ini teman-teman meminta aku menari. Oke deh..mewakili teman-teman aku menari. Kebetulan ada 4 orang asing di TK itu, 3 dari Indonesia 1 dari Pilipina. Teman lain gabung ke vokal grup bareng ibu2 Jepang lainnya.
Acara baru berakhir jam 4 sore, terasa capai tapi sangat berkesan dan mengharukan. Persis seperti acara perpisahan yang selama ini aku lihat disinetron2 Jepang yang selalu ada tangis-tangisan begitu juga hari itu. Aku yang hanya sedikit-sedikit menangkap apa yang disampaikan sensei-sensei dan orangtua murid ikut terharu. Tapi tidak sampai berderai airmata lha tidak terlalu paham apa yang diomongkan hehehe.....
Hal baru yang aku tahu walaupun hanya perpisahan anak TK, ternyata budaya nomikai sudah diperkenalkan. Karena setelah pagi sampai siangnya diadakan pesta perpisahan dilanjutkan malam harinya nomikai alias minum-minum (sake & bir) oleh sensei, orangtua dan anak-anaknya....walah!!! |
| Start: | Mar 8, '07 11:00a | | Location: | Kunimi youchien |
Pertemuan ortu murid
| |