| |
budi's posts with tag: morigrup
|  | Hari ini senin 19 Mei 2008, acara Morigrup masak okonomiyaki. Pernah dulu belajar bikin okonomiyaki sama teh Ila(http://ibukaramel.multiply.com/). Selama ini kalau bikin pakai resep teh Ila itu. Makanya penasaran banget waktu morigrup mau ngadain acara masak okonomiyaki. Pingin tahu resep yang dari orang Jepang asli.
Tapi ternyata pas disana bahannya sudah dibuat dari rumah oleh kokinya. Biasanya selama ini kalau ada acara masak memasak morigrup sudah mengantisipasi pakai bahan yang halal. Karena ada orang islamnya baik dari Indonesia, Bangladesh atau Pakistan.
Cuma karena hari ini kokinya bukan anggota morigrup dan morigrupnya lupa gak ngasih tahu, alhasil bahannya dicampur sama daging babi cincang. Pas aku datang spontan Nori san dan Mariyamu san langsung ingat bahwa aku pasti tidak bisa ikut makan. Dan mereka langsung minta maaf dan menyesal sekali.
Aku bilang tidak apa-apa. Yang penting tahu cara buatnya. Nanti aku bikin sendiri dirumah. Santai saja aku bilang. Akhirnya hari ini aku cuma jadi pemantau tanpa bisa ikut ngyicipin..kawaiso desuyo ne?? kasihan yaa...hehehe..Akhirnya selesai masak aku pamit pulang. Daripada ngiler mending main kerumah temen hehehe.... |
|  | Entah udah berapa kali aku ikut acara chanoyu (upacara minum teh ala Jepang). Secara aku suka minum ocha, tapi kalo teh yang kental gini kan susah bikin sendiri. Alatnya juga khusus. Konon teh hijau banyak manfaatnya buat kesehatan. Salah satu rahasia sehat orang Jepang adalah mereka suka minum teh hijau.
Kebetulan senin 12 Mei 2008, grup Mori mengadakan upacara minum teh. Agak terlmbat datang karena kebetulan itonya libur sekolah. Sampai-sampai Mariyamu san (salah satu anggota Mori grup) telpon menanyakan aku mau datang atau tidak. |
|  | Senin minggu kemarin, acara bareng morigrup selain bikin sakura mochi dan potluck party kita juga diajari membuat topi dari koran. Bentuk topinya seperti kabuto mushi yaitu sejenis serangga yg dalam bahasa jawa namanya wawung. Bahasa Indonesianya apa yaa...??
katanya topi ini biasa dibikin untuk dipakai oleh anak laki-laki pada hari anak agar diberi kepintaran dan kesehatan. Yaaaa...begitulah orang Jepang banyak klenik ternyata yaaaa.... |
|  | Morigrup setiap awal dan akhir pergantian musim selalu mengadakan potluck party. Dimana setiap peserta yang datang dari berbagai negara diminta membawa masakan khas negara masing-masing. Morigrup sendiri juga membawa masakan khas Jepang. Dan selama ini mereka sudah mengerti kalau ada orang muslim yang ikut, membuat masakan yang tidak memakai daging, sake dan mirin.
Tapi kalau dari negara lain yaa..kita mesti nanya dulu bahannya. Kira-kira bisa kita makan tidak. Tapi yang lebih menarik dari acara ini adalah kita bisa mengenal masakan dari negara lain, walaupun kita belum tentu bisa mencicipinya.
Kali ini selain potluck, kita juga diajari cara membuat sakura mochi. Dalam rangka menyambut datangnya musim semi dimana bunga sakura akan bermekaran. Untuk acara ini aku membawa brokus ketan hitam (thanks mba Nining buat kiriman tepung ketan hitamnya). Mereka penasaran banget warna hitam itu dari apa. Dan setelah aku beritahu mereka bilang baru sekali ini makan cake ketan hitam dan bilang oishikatta, yokatta ne!! |
|  | Setelah libur musim dingin, senin 21 Januari 2008 kegiatan Morigrup(voluntir untuk mahasiswa asing Tohoku Univ) mulai ada lagi. Mengawali kegiatan tahun ini adalah Oshibana. Oshibana adalah kerajinan bunga kering yang dipres.
Seneng ikut kegiatan Morigrup. Selain gratis (hihihi...) tambah ilmu juga untuk melatih kemampuan ngomong bahasa Jepang. Belum lagi ketemu teman-teman dari berbagai negara. |
|  | Pagi ini salju sudah mengguyur Sendai, matahari sesekali masih menampakkan diri. Tapi udara tetap dingin menggigit tulang. Tapi hari ini Morigrup(voluntir untuk mahasiswa asing) mengadakan kelas ikebana.
Daripada berheater ria dirumah ikut ikebana kayaknya lebih menarik. Mana gratis lagi...kalau kursus sendiri sekali datang bisa ribuan yen keluar dari kantong.
Kali ini temanya standing style. Diterangkannya pakai bahasa Jepang..yaa..nangkep dikit-dikitlah...entar searching di internet aja ahh biar jelas apa sih standing style itu.
Seperti biasa setelah selesai acara kita ngobrol-ngobrol sambil minum teh dan makan cemilan. Minum teh hangat ditemenin manjou semacam kue yang didalamnya berisi kacang merah heemmm enaakkk...Jadi malas pulang karena diluar dingin..brrrr... |
|  | Setelah lama tidak ada kegiatan bareng Morigroup (voluntir orang Jepang untuk mahasiswa asing & keluarga) karena libur musim panas, Senin 10 September kemarin kembali ada kegiatan. Biasanya kalo sudah lama tidak ada kegiatan acaranya adalah makan-makan.
Kali ini Morigroup mengajarkan cara masak beberapa kudapan khas Jepang yaitu Warabi mochi dan Shiratamako mochi. Warabi mochi adalah sejenis mochi yang dibuat dari tepung yang berasal dari warabi. Warabi adalah sejenis umbi-umbian yang hanya tumbuh di gunung. Shiramatako adalah tepung beras. Itu penjelasan yang aku tangkap dari Mariyamu san koki hari itu (CMIIW)
Peserta dari Indonesia, Korea, China dan Vietnam. Setelah selesai masak, kita bersama-sama menikmati hasil masakan ditambah beberapa makanan yang dibawa voluntir lain dari rumah. Sambil ngobrol dan cerita tentang makanan negara masing-masing tidak terasa 2 jam sudah lewat. Waktunya beres-beres dan ketemu lagi bulan November yang acaranya ikebana asyiikkk.... |
|  | Masih dalam rangka Tanabata Matsuri, Morigrup (volunteer darma wanitanya Tohoku Univ) setiap tahun juga mengadakan Yukata Party untuk orang asing. Karena hari ini Ito mulai libur musim panas, aku ajak sekalian.
Tapi kalau tidak ada temannya paling dia nanti bete ikut acara ginian. Akhirnya aku telpon Ifan , temannya Ito yang tinggalnya di dormitory dimana acara diadakan. Lumayan heboh deh karena ada dua anak ini. Serasa sudah punya anak 3 ..^_^
|
|  | Restoran halal di Sendai yang terkenal masakan Bangladesh dan India. Sebetulnya ada juga restoran Indonesia, tapi kurang terkenal, karena tempat kurang strategis dan masakannya kurang variasi.
Sehingga orang Indonesia kalau jajan cenderung ke Namaskar restoran India, atau Zamzam dan Nan Tandori menu Bangladesh.
Ada teman dari Bangladesh bernama Rumi, suka ikut kegiatan Morigrup menawarkan masak bareng masakan Bangladesh. Waahh...lumayan nih...karena aku termasuk penyuka masakan Bangladesh.
Bumbu-bumbu yang hampir sama dengan masakan Indonesia, membuat rasanya lumayan cocok di lidah. Sempat mencatat resepnya, nanti aku posting juga yaa..siapa tahu ada yang suka juga. |
| |
|