budi's posts with tag: sendai
Hari Jumat tanggal 5 Juni waktu les bahasa, sensei mengingatkan akan adanya kemungkinan gempa didaerah Miyagi bulan Juni tahun ini. Mengingat ada siklus 30 tahunan gempa didaerah Miyagi. Tgl 12 Juni, ada peringatan 30 tahun gempa besar didaerah Miyagi. Gempa tersebut terjadi pada tahun 1978. Di TV lokal ada acara khusus memperingati gempa sekaligus memberi peringatan kepada penduduk agar bersiap-siap seandainya gempa itu terjadi lagi. Gempa tersebut diramalkan terjadi dalam waktu dekat ini, diperhitungkan pusat gempanya sama dengan gempa yang 30 tahun lalu. Ada 3 spot dilaut yang patah pada waktu bersamaan 30 taun yang lalu itu.Jadi gempa 30 tahun yg lalu itu benar-benar dahsyat. Tahun 2005 ada gempa lumayan hebat di Miyagi. Saat itu 1 dari 3 spot rawan tsb patah. Jadi perkiraan gempa yang bakal terjadi ini, bakal di sebabkan oleh sisa 2 spot rawan yang belum patah. Dan tidak ada yang tau kapan patahnya. Semoga saja tidak bersamaan patahnya, jadi gempanya tidak besar. Sabtu 14 Juni 2008 jam 8.43 JST, saat kami sekeluarga sedang bersantai-santai menikmati hari libur, dikejutkan goyangan yang semakin lama semakin besar. Sebetulnya sudah biasa kita mengalami gempa, tapi tidak sebesar kali ini. Vas bunga diatas lemari terjatuh dan pecah. Apalagi kita dilantai dua, lebih terasa goyangannya. Walaupun sudah sering diberi peringatan apa saja yang harus dilakukan saat gempa, tetap saja kita panik saat itu. Mau sembunyi dikolong meja, tidak punya meja . Setelah agak reda, kita buka pintu dan melihat keadaan sekeliling. Ternyata aman-aman saja. Kita nyalakan TV, ternyata dari berita diketahui bahwa gempa tadi 7.2 SR . Pantas saja keras banget goyangannya. Tapi hebat rumah Jepang, gempa segitu rumah tidak ambruk. Memang rumah di Jepang didesain tahan gempa sampai 7 SR. Setelah itu beberapa helikopter seharian terlihat mengudara memeriksa kalo ada kerusakan. Jalur kereta langsung dihentikan. Mobil petugas JR (japanese railways) juga terlihat berpatroli. Gempa2 kecil susulan beberapa kali terjadi. Sempet khawatir terjadi gempa susulan. Jadi takut mau kemana-mana.
Tapi ternyata gempa kali ini masih bukan skenario dari Miyagi Oki Jishin ( bukan pake kanji "ookii besar" tapi kanji okinawa punya "oki" = sama dengan sumatera oki jishin) yang diramalkan terjadi dalam waktu dekat ini. Karena gempa kali ini pusat gempanya di Iwate (darat). Didekat pusat gempanya(Iwate) jatuh korban 6 orang meninggal, beberapa rumah roboh, jembatan putus, bukit longsor dll. Alhamdulillah didaerah Miyagi (tempatku) tidak ada korban jiwa. Waahh..masih khawatir nih sewaktu-waktu terjadi gempa besar. Kata sensei mulai sekarang harus mempersiapkan diri seandainya sewaktu-waktu terjadi gempa besar. Barang-barang yang perlu dipersiapkan adalah : - Peluit : Digantungkan didompet atau hp. Ditaruh ditempat yang mudah dijangkau saat tidur. Jika kita terjebak dibawah bangunan saat gempa dan tidak bisa teriak (kehilangan tenaga/shock) dan ada petugas yang mencari kita bisa meniup peluit tersebut.
- Menyiapkan air putih yang ditaruh dibotol-botol bekas minuman. Bisa ditaruh dibalkon, kamar mandi atau halaman rumah. Karena biasa setelah gempa air dimatikan.
- Saat gempa berusaha menyelamatlan diri ditempat aman. Bisa dikolong meja, di kamar mandi atau toilet. Kenapa di kamar mandi atau toilet?? karena pilar-pilarnya tidak terlalu luas. Seandainya rusak masih bisa menyangga.
- Segera membuka pintu bila memungkinkan agar tidak mengunci.
- Setelah reda berusaha mencari tempat lapang (halaman sekolah-sekolah)
- Menyiapkan makanan, duuhhh namanya lupa...semacam roti kering yang berasal dari terigu saja dan sangat awet. (nanti aku tanyakan lagi sama sensei pas les.
- Tas darurat yang berisi durat-surat penting (paspor dsb)
Mohon doanya ya teman-teman semoga gempa besar siklus 30 tahunan tidak terjadi, Pun seandainya terjadi tidak terlalu besar dan kita semua diberi keselamatan, Amien.
|  | Sabtu 5 April 2008 kemarin selain menikmati ume yang sedang mekar, kita juga mampir di green galery. Semacam aquarium tanaman tropis. Kebetulan tempatnya satu lokasi.
Lumayan mengobati kerinduan akan keindahan bunga tropis. Juga memperkenalkan pada anak-anak tanaman Indonesia. Karena kita keluarga mahasiswa tidak perlu bayar tiket masuk. Itu adalah salah satu fasilitas yang diberikan pemerintah untuk para pelajar dan mahasiswa.
Cuma sayang aku juga tidak terlalu hapal semua nama-nama tanamannya dan tidak semua kefoto karena sambil diikutin Lula. Mana itonya nagih minta beliin es krim terus. |
|  | Tiap musim dingin tiba Mizunomori koen kedatangan tamu. Tamu tersebut adalah angsa-angsa yang bermigrasi dari Rusia. Hanya sekitar 2 bulan, pertengahan Januari sampai Maret angsa-angsa tersebut migrasi ke danau ini.
Masako san sudah lama pingin ngajakin kesana. Hari ini kebetulan cuaca cerah saat Masako main kerumah sekalian aja kita kesana. Lula yang awalnya takut karena baru pertama kali lihat angsa akhirnya malah tidak mau diajak pulang. Dari rumah bawa roti tawar yang dipotong kecil-kecil untuk makan angsa.
|
|  | Tinggal di Sendai identik dengan yuki alias salju saat musim dingin. Karena Sendai masih masuk wilayah utara Jepang. Bulan Desember 2005 tahun pertama tinggal di Jepang salju turun begitu lebat. Saat itu masih tinggal di Internasional house, kita bisa main papan luncur dan boneka salju dihalaman Internasional house.
Tapi tahun 2006-2007 salju turun sedikit sekali. Untuk main salju kita ke St Mary daerah Yamagata. Tahun ini malah lebih dikit lagi. Teman yang sudah nyari info tempat ski menginformasikan 10 tempat ski yang ada di daerah Sendai hanya 3 yang buka. Itupun hanya 50 persen saljunya dibanding sebelumnya.
Heemm..apa karena pengaruh global warming yaa....salju menyusut di Sendai. Kalau orang Jepang bilang 2 tahun ini atatakai fuyu (musim dingin yang hangat).
Yaaa..walaupun banyak orang yang kangen salju tapi ada juga sihh yang bersyukur saljunya sedikit. Siapa dia??..yaa..siapa lagi kalau bukan orang-orang yang kerjanya nganterin koran dipagi hari. Termasuk bapaknya ito hehehe....
Mau menfoto salju nunggu tebal..gak tebal-tebal. Malam turun pagi dan mencair. Yo wislah daripada gak ada kenangan sebelum mencair aku abadikan dulu. |
|  | Di Jepang banyak sekali matsuri (festival). Orang Jepang sangat pintar mengemas kegiatan agama menjadi budaya yang demikian menarik. Salah satu festival yang populer di Sendai adalah Dontosai yang diadakan di Hachiman Jinja.
Kalau lihat terjemahan dari beberapa web yg aku baca, dontosai diartikan dengan Pilgrime yang identitik dengan ibadah "haji"nya orang agama shinto. Saat festival, peserta berjalan dalam barisan ber"hadaka" (hampir bugil), sambil membunyikan lonceng selama upacara berlangsung. Suasana menjadi mistis dengan instrumen yang berbunyi selama upacara.
Upacara ini diadakan setiap tahun sekali pada tanggal 14 Januari. Pada tahun ini bertepatan dengan hari senin. Dimana menjadi hari libur nasional. Mereka mengangap perayaan tahun baru berakhir pada tanggal 14 Januari. Kegiatan diadakan mulai jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Tapi puncak acara dari jam 4 sore sampai jam 8 malam.
Ada beberapa kelompok yang ikut serta dalam upacara ini. Yaitu masyarakat biasa, sekolah/universitas dan perusahaan -perusahaan. Mereka membawa persembahan diantaranya ikan, sayuran dll. Kemudian pimpinan perusahaan diikuti anak buahnya akan diberkati oleh Kannushi. Setelah diberkati mereka meneguk secawan sake yang disediakan.
Setelah itu barulah mereka menuju tempat pembakaran jimat dan berjalan mengelilingi api pembakaran sambil membawa jimat perusahaan masing-masing untuk dibakar. Begitu juga dengan masyarakat biasa. Selesai membakar jimat mereka kembali bersembahyang didepan api. Karena barang2 tersebut bersifat sakral jadi tidak boleh dibuang sembarangan atau dibuang ke tempat sampah.
Setelah itu mereka membeli jimat baru untuk setahun kedepan. Orang Jepang sangat percaya pada omamori. Biasa mereka membeli di kuil atau penjual khusus Omamori. Omamori sebelum dijual didoakan atau diberkahi dulu oleh kannusi (pemimpin kuil).
Yang menarik waktu dontosai disuhu titik beku para direkturnya pakai baju kimono yang lumayan hangat sedangkan pegawainya hampir telanjang. Duuhh..bener-bener pengorbanan yang sangat berat. |
|  | Salah satu tempat tujuan kalau pas libur dan cuaca cerah adalah Kotodai koen (alun-alunnya kota Sendai). Ito juga semangat kalau diajak kesini karena banyak burung merpati disini. Sebetulnya ada tulisan kita dilarang ngasih makan burung-burung itu. Tapi herannya ada penjual makanan burung hihihi...Dengan 100yen kita dapat sebungkus kecil biji-bijian untuk makan burung. |
|  | Tiap akhir tahun biasanya dari tanggl 22 sd 31 Desember di Jalan Jozenji (Jozenji dori) dan sekitar Kotodai Koen (alun-alunnya kota Sendai) ada Sendai Pageant of Starlight. Pohon-pohon tanpa daun yang gugur dimusim gugur, sepanjang 2 km-an dihias dengan lampu-lampu.
Puncak kemeriahan sebetulnya tgl 25 Desember kemarin bersamaan dengan natal. Tapi saat itu sekeluarga lagi pada kena flu, baru tadi malam pas sudah pada sehat dan cuaca cerah sekalian malam mingguan kita sempat jalan-jalan.
Ramai banget orang-orang menikmati lampu-lampu, sepertinya nanti waktu pergantian tahun baru akan lebih rame lagi. Capek jalan-jalan sekalian makan malam ito mengajak makan pizza di Saizeriya. |
|  | Kalau tahun lalu (3 Desember) salju baru menyapa Sendai, terlambat dari biasanya. Tahun ini sepertinya sesuai siklusnya. Pagi ini (19 November) sepulang ngoran suami memberitahu diluar salju sudah turun. Aku buka jendela ternyata cukup lebat saljunya. Salju datang, fuyu (musim dingin) yang sebenarnya sudah mulai.
|

Mulai tanggal 15 November sampai 15 Maret perkiraan musim dingin di daerah Sendai. Karena Sendai termasuk bagian utara Jepang maka lebih awal memasuki musim dingin. Temperatur diluar ruangan sudah dibawah 10 derajat. Didalam ruangan masih sekitar 10 sd 13 derajat celcius. Walaupun sudah 2 kali mengalami musim dingin tetap saja terasa taihen (berat) orang Jepang bilang. Apalagi ada dua anak dan satunya masih balita. Untuk tetap nyaman dan sehat selama musim dingin harus mulai dipersiapkan perlengkapannya.  Berdasar pengalaman sepertinya ini yang harus diperhatikan, kalau teman-teman ada yang mau menambahkan silahkan kita berbagi ilmu dan pengalaman. Siapa tahu ada hal yang penting yang belum kita tahu agar musim dingin kita lewati dengan sehat dan nyaman. -
Heater : Pastikan ruangan hangat dengan memakai heater (penghangat). Paling bagus heater listrik tapi cukup banyak merogoh kocek karena otomatis tagihan listrik membengkak. Pilihan lain bisa heater gas dan minyak tanah. Aku pakai yang terakhir. -
Humidifier/ handuk basah : Agar ruangan tidak kering kalau pake heater minyak. Kalau untuk heater listrik dan gas tidak perlu. Bisa juga dengan menaruh cucian diruangan, hemat listrik. -
Karpet : Bisa karpet biasa bisa karpet listrik. Tergantung ketahanan kita terhadap dinginnya lantai. -
Selimut -
Selimut listrik -
Sweater dan baju-baju hangat -
kaos kaki, kaos tangan, penutup kepala, syal. -
Imunisasi influenza : Khusus di Jepang disarankan sekali untuk imunisasi influenza. Terutama anak-anak. Karena Influenza musim dingin beda sekali dengan flu biasa. Bisa berakibat kematian. -
Makanan yang banyak mengandung vitamin, sayur yang berkuah(kimci,sup,miso), buah yang sedang musim (jeruk) sangat bagus untuk mencegah flu dan menambah daya tahan tubuh. -
Banyak aktivitas jangan malah malas-malasan karena malah akan menambah dingin. -
Kalau keluar rumah pastikan baju dan perlengkapannya cukup menahan hawa dingin. Itu dulu kali yaa....nunggu tambahan dari teman-teman nih....ayoo..ayoo...silahkan berbagi
|  | Dulu pertama kali ke Rinnoji temple diajak sama Morigrup(voluntir untuk mahasiswa asing). Rame-rame sama Morigrup dan orang asing lainnya. Dari Indonesia aku sama Defi. Geli aja kalo ingat saat itu. Kita berdua bukannya ikut rombongan jalan malah asyik foto-foto sendiri. Mana aku lagi hamil Lula hihiii...Beberapa hari kemudian Lula lahir.
Lihat foto-foto yang dipasang dipintu masuk tiap musim taman ini mempunyai keindahan sendiri-sendiri. Indah sakura saat musim semi, bunga irish diawal musim panas, momiji(maple) saat musim gugur dan salju saat musim dingin. Saat itu aku sama Defi janjian tiap musim mau kesitu menikmati keindahannya. Tapi baru sekarang kesampaian saat Lula sudah hampir 1,5 tahun. Menikmati taman Rinnoji serasa kita ditaman istana negeri antah berantah. Serasa jadi permaisuri hihihiiii
Rinnoji temple sebenarnya dibangun tahun 1441 di Yanagawa Fukushima prefecture oleh Mochimun Date (keturunan ke -11 Date), atas permintaan neneknya Rantei Meigyoku (permaisuri sebelumnya). Sampai kemudian Date Masamune (keturunan ke-17), pindah ke Sendai dan mereka membangun lagi kuil serupa.
Selama 300 tahun kuil ini menjadi pusat peribadatan sekte Sodoshu(zen) didaerah Tohoku. Sampai kemudian terjadi restorasi Meiji tahun 1868. Tahun 1876 kebakaran menghanguskan semua kuil kecuali pintu masuknya(Deva).
Tahun 1915 pusat sekte sodoshu di kuil Eiheiji dan Sojiji memutuskan dan menunjuk Fukusada Mugai dan Hiokki Goho untuk membangun kembali kuil ini. Terdiri dari bangunan utama untuk meditasi, bangunan untuk upacara minum teh, pagoda 5 tingkat dan taman bergaya chisen kaiyu (taman yang mengelilingi kolam). Memperingati 500 tahun meninggalnya pendeta pertama kuil ini tahun 1981 pagoda 3 tingkat dibangun menambah fungsi dan keindahan kuil dan taman ini.
|
|  | Salah satu tempat tujuan wisata saat musim gugur di Sendai adalah Yamadera. Yamadera adalah perbukitan yang terletak didaerah perbatasan Miyagi dan Yamagata. Dapat dicapai dengan kereta selama 1 jam dari stasiun Sendai.
Sebetulnya tidak ada rencana momiji-an(menikmati musim gugur) di Yamadera. Habis sabtu napak tilas kota Sendai dengan naik loople bus sebenarnya minggunya pingin ngajakin teman-teman barbeque-an di sungai hirosegawa. Tapi Bunda Ufal dan Teh Lusi sudah ada rencana ke Yamadera. Ya udah akhirnya gabung aja. Eehh..paginya saat bentou sudah siap dan persiapan selesai dapat telpon kalau pada gak jadi karena Ifan sakit dan Ayahnya Ufal flu.
Terlanjur siap ..akhirnya kita pergi aja sekeluarga ke Yamadera. Kereta penuh sesak kita tidak dapat tempat duduk. Ternyata rame banget orang mau momiji-an di Yamadera.
Yamadera sebenarnya adalah bukit tempat sembahyang penganut agama budha. Jalan naiknya bertangga yang terkenal dengan seribu tangga. Kita sebetulnya tidak ada target harus sampai puncak. Tahu diri karena bawa Lula yang masih bayi. Tapi Alhamdulillah dengan bergantian gendong Lula sampai juga kita dipuncak Yamadera.
Ternyata diatas bukit tinggal beberapa keluarga sebagai penjaga kuil. Sempat tanya sama Aiko-chan si gadis gunung, gimana sekolahnya?? kalo musim dingin berat tidak?? Ternyata sekolahnya dibawah bukit, tiap hari dia naik turun bukit untuk sekolah. Kebayangkan kalau salju betapa licinnya tangganya. Kami yang baru sekali naik saja sudah teleeer. Tapi terobati dengan indahnya pemandangan dari atas. Subhanallah!! |
|  | Setelah Sendai Castle, istananya Date Masamune, kita lanjutkan napak tilas ketempat peristirahatannya yang terakhir. Yaitu Zuihoden Mausoleum (komplek pemakaman Date Masamune dan keluarga)
Terletak di 23-2 Otamayashita, Aoba-ku, Sendai-shi. Arsitektur bangunannya bergaya Momoyama style. Sempat terbakar saat perang dunia kedua dan direkonstruksi kembali setelah perang usai tahun 1979.
Tiket masuk untuk dewasa 550yen dan anak-anak 200yen. Tempatnya yang terletak diperbukitan dengan pepohonan yg lebat serta jalan batu sangat cocok untuk wisata sekaligus olahraga. Cuma agak berat kalau membawa bayi, karena tidak ada fasilitas untuk babycar. Masih untung ada jalan tanah setapak dipinggir tangga. Terpaksa Lula bergoyang-goyang didalam keretanya. Tapi saat naik ke mausoleoum harus digendong karena tangga semua.
Aku perhatikan orang Jepang yang datang sellalu berdoa dan memberi sumbangan didepan mausoleoum. Tidak tahu apakah mereka berdoa untuk dirinya atau mendoakan Date Masamune *_*
|
|  | Hari Sabtu, 3 November 2007. Udara di Sendai mulai dingin, 17 derajat celcius. Matahari bersinar cerah cukup nyaman untuk jalan-jalan. Terlalu sayang untuk dilewatkan dirumah saja.
Sudah 2 tahun lebih tinggal di Sendai. Penasaran pingin jalan-jalan nyobain Lopple Bus City Sendai (bus wisata keliling kota Sendai). Dengan membayar 600yen untuk orang dewasa dan 300 untuk anak-anak, kita bisa seharian keliling kota Sendai dan berhenti ditiap tempat wisatanya. Untuk lengkapnya tentang Loople Sendai bisa klik disini.
Ada 12 tempat wisata, tidak cukup satu hari untuk mengunjungi semuanya. Paling sehari 2 - 3 tempat bisa kita kunjungi dan nikmati dengan santai. Tempat pertama yang kita kunjungi adalah SENDAI CASTLE.
Sendai castle adalah situs sejarah pusat pemerintahan sekaligus istana Date Masamune pendiri kota Sendai dari tahun 1601 sd 1869. Sejarah kota Sendai pernah aku tulis disini. Yang tersisa sekarang hanya reruntuhan dan temboknya. Untuk menarik wisatawan, ditempat ini dibangun kuil untuk ibadah agama Sinto dan fasilitas lainnya.Dari sini juga kita bisa melihat kota Sendai dari atas. |
|  | Yaa..beginilah kalau tinggal dinegeri non muslim. Tidak mengenal hari raya lebaran hehehe...Ceritanya pas lebaran aku dapat tugas kerja bakti dikomplekku. Setiap bulan kita digilir kerja bakti mengumpulkan dan menata sampah daur ulang yang akan diangkut mobil khusus.
Ada baju-baju, koran, majalah, buku-buku, kardus, botol-botol dll. Tugas kita berkeliling komplek memberi tanda khusus pada tempat yang dipakai untuk mengumpulkan barang bekas. Selain itu membantu kakek nenek yang tidak bisa membawa sendiri barang bekasnya ke tempat pengumpulan barang.
Karena sudah tugas, susah juga menolak atau minta ijin. Kerja baktinya hari sabtu jam 9, pas sholat idul fitri diadakan. Kebetulan aku sedang tidak sholat (libur M....), begitu sholat diadakan aku meluncur pulang bergabung dengan Sasaki san dan Michiko san. Mereka sudah stand by menunggu di koen(taman), tempat kita janjian.
Jadi saltum(salah kostum) deeh... yang lain pake baju training aku pake baju lebaran. Gak sempat ganti baju, orang Jepang kan on time gak enak mesti pulang ganti baju dulu. Teman Jepangku pada mikir kali yaa...ini orang kerja bakti kok gak niat salah kostum hihihiiii.... |
|  | Setiap bulan puasa tiba, komunitas Islam di Sendai dari berbagai negara (ICCS) mengadakan buka puasa bersama tiap hari minggu. Penyedia makanan buka puasa bergiliran antar negara. Minggu pertama ini diisi oleh Iran.
Asyiknya acara ini, kita bisa mencicipi masakan khas dari negara lain dan silaturahmi dengan saudara-saudara muslim negara lain. Ada Mari san dan Michiko san mahasiswi Tohoku Univ yang bidang studinya mempelajari tentang Islam, Ana dari Amerika yang bersuamikan orang Maroko, Hideko san yang bersuamikan orang Mesir, muslimah dari Mesir, Bangladesh dan Pakistan.
Hidangan pembuka sup sopejo yang panas dan kurma, setelah sholat magrib berjamaan disusul dengan nasi Adaspolo yang gurih dituang yoghurt diatasnya terasa segar. Ditutup dengan dessert solezar yang wangi aroma rempah. Benar-benar baru rasanya buat aku. Hanya sempat motret yang perempuan karena ruangan laki-laki terpisah.
Minggu depan Indonesia kebagian tugas menyediakan makanan, kebayang deehh...repotnya masak untuk porsi 200-an orang. Mana kalo brother Arab kan makannya banyak hehehe...Yosh gambarimashou!!! (yukk berjuang!!) |
|  | Sabtu , 25 Agustus 2007 Universitas Tohoku (univ-nya suami) memperingati hari jadinya yang ke-100 alias seabad. Umur yang cukup tua, ibarat perjalanan manusia mungkin sudah finish. Tapi tidak untuk suatu universitas, dibanding Universitas lain yang lebih top didunia mungkin termasuk muda.
Universitas Tohoku sebagai Univ terbesar ke-5 di Jepang patut berbangga diri dengan prestasi yang dicapainya. Malah untuk beberapa studi misal, material termasuk paling bagus di Jepang.
Untuk memperingati hari jadinya, Tohoku Univ mengadakan acara festival international, pameran iptek, seminar-seminar dengan mengundang ratusan rektor dari berbagai Univ dari dalam maupun luar Jepang.
Selain untuk memperingati 100 tahun Tohoku Univ diadakan juga kokusai matsuri yang biasanya diadakan bulan Oktober, diadakan dalam satu waktu dan tempat yaitu di Katahira Campus. Jadi ada 2 panggung disatu lokasi antar panggung hanya berjarak beberapa ratus meter. Para performer tampil pada 2 panggung hanya beda jam. Untuk tari betawi hanya tampil di kokusai matsuri karena waktu yang diberikan panitia terbatas. |
|  | Alhamdulillah tahun ini bisa menikmati pesta kembang api/hanabi. Secara tahun kemarin baru beberapa hari melahirkan Lula, cukup mendengar suara jedar jedornya dari rumah. Hanya ito dan bapaknya yang pergi hanabi.
Sayangnya tahun ini gantian bapaknya yang mau dirumah saja sama Lula. Males katanya tahun kemarin sudah melihat. Ya sudah aku sama ito bergabung dengan teman Indonesia yang di Sendai menikmati hanabi.
Hanabi dimulai jam 7 malam, tapi dari jam 2 siang orang sudah lalu lalang menuju tempat hanabi. Rata-rata pada pakai yukata. Ada yang pasangan, beramai-ramai bareng teman atau keluarga.
Kalau mau mendapat tempat yang strategis, maksudnya bisa melihat pertunjukkan kembang api dengan jelas, kita harus nge-tek tempat dari sore. Paling pas diatas jembatan sungai Hirosegawa dekat kawauchi campus. Selain itu di Nishi koen atau di pinggir sungai. Untuk di atas jembatan jalan baru ditutup jam 6 sore, sebelum itu orang harus menunggu dipinggir jalan.
Pas jembatan ditutup baru pada rame-rame memperebutkan tempat yang strategis. Alhamdulillah teman-teman yang cowok dan bapak-bapak bersedia berjuang antri tempat dulu. Pas sudah dapat baru kita ibu-ibu dan anak-anak menyusul.
Selama 2 jam penuh dari jam 7 sd jam 9, kita disuguhi pertunjukkan kembang api yang luar biasa indahnya. Yang terpikir adalah berapa dana yang dikeluarkan untuk acara ini. dan ini hampir merata diseluruh kota di Jepang. Luar biasa....
Foto kembang apinya tidak mencerminkan keindahan aslinya. Secara fotonya juga dibagi sama teman yang berbaik hati. Kameraku hanya pocket mana bisa buat motret kembang api. Jadinya malah blurr hehehe....Sayangnya hasil jepretan temanku juga kurang memuaskan katanya. Karena dia juga baru nyoba-nyoba kamera barunya. Tapi lumayanlah.... |
|  | Kitayama Shimin Senta (Pusat kegiatan rakyat) adalah shimin senta yang paling dekat dengan apatoku. Kegiatan PPIS (persatuan pelajar Indonesia Sendai) sering diadakan ditempat ini. Seringkali kalau liburan ito mengajak main kesini karena selain ada tempat bermain juga ada perpustakaan.
Kebetulan les bahasaku juga diadakan disini. Salah satu agenda belajarnya adalah Tanabata Matsuri.Selain peserta kursus, matsuir juga diikuti oleh ibu-ibu dan anak-anak sekitar shimin senta.
Melihat ramalan cuaca yang 100% hujan, malamnya aku sudah ragu untuk datang. Kalau hujan tidak mungkin naik sepeda memboncengkan Lula. Pake kereta dorong, lumayan jauh. Mana hujannya lumayan deras. Pernah pas hujan nekat kursus pake kereta dorong, walaupun sudah pake sepatu boot dan bayung tetap saja basah *_*
Jam 10 Lula masih tidur, acara dimulai jam 10.30. Paling lambat jam 10.15 aku harus sudah berangkat. Tapi Lula masih tertidur. Tidak tega rasanya membangunkannya. Bapaknya Lula kebetulan hari itu pingin menyelesaikan pekerjaan dirumah dulu.
Wah kebetulan nih..nitip Lula hehehe..karena acaranya cuma sebentar 1 jam-an. Akhirnya aku berangkat sendiri. Sampai disana acara sudah dimulai karena aku jam 10 45 baru berangkat. Melihat aku berangkat sendiri, senseitachi (para guru) menanyakan "mana Lula?". Aku jelaskan saja kalau " ame dakara bla ..bla..."
Tidak ada acara pake yukata karena mungkin terlalu repot. Karena pesertanya ibu-ibu plus akachan hehehe... Acara hari ini adalah : 1. Menyanyikan lagu tanabata matsuri 2. Membuat origami ornamen tanabata 3. Memasang ornamen 4. Makan shoumen (mie khas musim panas) sambil ngobrol
Saat makan shoumen, tempat duduk kita diatur agar berbaur antara orang asing dan orang Jepang. Biar ngobrolnya lebih asyik ^_^
Acara selesai buru-buru pulang karena Bapaknya Lula mau kekampus, Alhamdulillah Lula masih bobo *_* |
|  | Tahun ini kedua kalinya aku ikut menyaksikan dan mengikuti Tanabata Matsuri. Sejarah Tanabata matsuri bisa dibaca di sini. Kegiatannya diawali dengan membuat dekorasi Tanabata bersama. Berdasar diskusi dimilis hal yang tidak perlu dilakukan adalah menulis permohonan di kertas tanzaku ditujukan kepada dewa. Jadi aku tidak ikut menulis permohonan itu.
Hampir semua grup sosial dan voluntir di Jepang Selama bulan Juli sd Agustus menawarkan ikut serta tanabata matsuri. Kalau mau bisa-bisa sabtu minggu full acara tanabata matsuri. Sepertinya sudah dijadwalkan sesama mereka jadi tidak ada yang bentrok.
Aku rencana cukup ikut di tiga tempat yang selama ini memang aku terlibat didalamnya. Pertama di Aoba chuo shimin senta (diikuti seluruh peserta les bahasa Jepang yang diselenggarakan ICAS-lembaga dimana aku kursus bahasa), kedua Kitayama Shimin Senta (tempat aku kursus) dan Mori grup (dharma wanitanya Tohoku Univ).
Hari ini aku sekeluarga ikut tanabata di Aoba chuo shimin senta sekalian jalan-jalan. Kebetulan tempatnya dekat pusat kota Sendai. Sebelumnya kita membuat ornamen tanabata bersama diantara waktu kursus.
Acara hari ini adalah dengan memakai yukata (kimono untuk musim panas) kimono disediakan panitia, game, nyanyi lagu tanabata matsuri, makan-makan dan tari o bon. Kali ini selingan tari dimana yang menari genki na obaachan (nenek-nenek ceria) menari Hawai ^_^.
Setelah acara selesai kami sekeluarga jalan-jalan di Cils road (pusat perbelanjaan di Sendai). Ternyata toko-toko mulai memasang ornamen tanabata walau masih sedikit. Baru pada pertengahan Juli sampai awal Agustus nanti sepanjang Clis road akan dipenuhi tanabata ornamen. Biasanya para pengunjung memakai yukata dari rumah ke Clis road untuk jalan-jalan bersama keluarga atau teman-teman sambil berfoto ria.
Pulangnya ito mengajak mampir ke perpustakaan Sendai Mediateque. Ternyata di sana juga sudah dipasang ornamen tanabata. Wuihhh..belum puncak saja sudah meriah nih...*_* |
| |